BULELENG, JEMBRANA EXPRESS – Setelah kepergian almarhum Ketut Sutama dan almarhum Putu Yasa, kini Luh Somatini, yang menyandang disabilitas, harus hidup sebatang kara.
Saat ini, ia berada di bawah asuhan pamannya, Gede Sumagata yang bekerja sebagai buruh proyek di Sibang, Badung.
Berhembus kabar bahwa keluarga Nyoman Giri Prasta berencana mengadopsi Luh Somatini. Namun, informasi tersebut belum dipastikan. Hal ini disampaikan oleh Perbekel Desa Bontihing, I Gede Pawata.
"Staf saya, Pak Kadus, sempat mendengar bahwa keluarga Bapak Giri Prasta ingin mengadopsi Luh Somatini. Namun, anak yang mana masih belum jelas dan kabar ini juga belum pasti," ujar Pawata.
Perbekel Pawata menyatakan akan berdiskusi dengan pihak keluarga terkait kemungkinan adopsi tersebut. Hingga kini, keluarga Luh Somatini belum mendengar kabar lebih lanjut mengenai hal ini.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga, karena Luh Somatini masih memiliki paman dan saudara-saudara lainnya. Terkait adopsi, kami belum jelas apakah dia akan diangkat menjadi anak atau hanya kebutuhannya yang akan ditanggung. Kami masih harus berunding lebih lanjut," terangnya.
Sementara itu, keluarga almarhum Ketut Sutama belum mengetahui kabar tersebut. Jika benar, mereka akan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada tetua keluarga.
"Saya tidak tahu tentang itu, Bu. Saya serahkan ke orangtua kami saja, bagaimana baiknya," ungkap sepupu almarhum, Gede Juniartana. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express