GIANYAR, JEMBRANA EXPRESS – Hasil penyelidikan sementara, kasus penembakan IB Putu Ardana,42, di Jalan Raya Tampaksiring pada Sabtu (1/6) lalu murni berlatar belakang masalah asmara.
Terduga pelaku Putu Bayu Indrawan cemburu setelah pacarnya digaet korban hingga akhirnya mencari jalan pintas dengan menggunakan senapan angin untuk melampiaskan kekesalannya pada korban di Tampaksiring, Gianyar.
Kapolsek Tampaksiring, AKP I Putu Agus Ady Wijaya, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada pukul 18.45 WITA.
Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor dipepet oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.
Pelaku kemudian menembak korban dari arah belakang sebanyak satu kali di bagian kepala.
Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka dan sempat mengejar pelaku. "Karena luka, korban tidak sanggup melanjutkan pengejaran dan meminta pertolongan kepada saksi," kata AKP I Putu Agus.
Korban kemudian dilarikan ke RS Sanjiwani Gianyar untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tampaksiring langsung melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan korban, saksi, dan rekaman CCTV di sekitar TKP, tim Reskrim berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui keberadaannya di Pura Tap Sae, Karangasem.
Tim Reskrim kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan pria asal Banjar Siladan, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar tersebut.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku beserta barang bukti, termasuk senapan angin, sepeda motor, dan jaketnya, diamankan ke Polsek Tampaksiring untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.
AKP I Putu Agus Ady Wijaya menerangkan bahwa motif di balik penembakan ini diduga adalah rasa cemburu. Pelaku cemburu karena korban menjalin hubungan dengan mantan pacarnya.
"Motifnya sederhana, karena asmara," jelas AKP I Putu Agus Ady Wijaya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak merugikan orang lain.
Kekerasan bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah.
Editor : Suharnanto Jembrana Express