JEMBRANAEXPRESS.COM-Korban meninggal akibat kebakaran Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman I, Denpasar Utara terus bertambah.
Seorang korban meninggal lagi akibat kebakaran Gudang Gas LPG milik Sukojin pada Senin (17/6) bernama Dicky Panca Ramadhani, 19.
Humas RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar, I Dewa Ketut Kresna, menjelaskan Dicky dirawat di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah rujukan dari Rumah Sakit Balimed setelah kebakaran Gudang Gas LPG.
"Yang bersangkutan menderita luka bakar 63 persen," ujarnya melalui WhatsApp.
Sayangnya, pemuda tersebut menghembuskan nafas terakhir pada Senin (17/6) sekitar pukul 07.15 WITA.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa 13 orang meninggal dunia akibat kebakaran Gudang Gas LPG tersebut.
Para korban terdiri dari 12 pasien RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah dan satu pasien RSUD Wangaya.
Korban-korban tersebut adalah Purwanto ,43, yang meninggal pada Senin (10/6) pukul 13.45 WITA; Edy Herwanto ,43, pada Senin (10/6) pukul 02.00 WITA; Yudis Aldyanto ,33, pada Selasa (11/6) pukul 03.10 WITA; Petrus Jewarut alias Ernus ,31, pada Selasa (11/6) sekitar pukul 21.30 WITA.
Selanjutnya, Robiaprianus Amput ,23, pada Rabu (12/6) pukul 10.30 WITA; Yoga Wahyu Pratama ,24, pada Rabu (12/6) pukul 17.20 WITA; Katiran ,61, pada Rabu (12/6) yang satu-satunya di RSUD Wangaya; Danu Sembara ,36, pada Kamis (13/6) pukul 23.05 WITA; dan Eko Budi Santoso ,37, pada Jumat (14/6) sekitar pukul 05.40 WITA.
Selain itu, Yolla Aldy Zoellyanto ,25, pada Jumat (14/6) pukul 14.55 WITA; M Umar Efendi ,33, pada Jumat (14/6) sekitar pukul 10.45 WITA; Wiri Suhardi pada Sabtu (15/6); dan Muqhis Bayudi ,29, pada Sabtu (15/6) pukul 22.08 WITA.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah Denpasar, dr. Affan Priambodo, Sp.BS (K), mengatakan saat ini masih ada empat pasien yang menjalani perawatan intensif di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.
Keadaan pasien kritis dan masih memerlukan alat bantu napas. Dua pasien membutuhkan donor darah, dengan golongan darah B positif dan O positif.
Adapun pasien yang masih dirawat di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah adalah Ahmad Tamyis ,25, dengan luka bakar grade II AB 72 persen (ventilator); Didik Suryanto ,49, dengan luka bakar grade II AB 84 persen (ventilator); Mohamad Sofyan ,27, dengan luka bakar grade II AB-III 84 persen (ventilator); dan Suherminiadi ,47, dengan luka bakar IIAB-III 30 persen (ventilator). (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express