JEMBRANAEXPRESS.COM-Dampak kebakaran Gudang Gas LPG milik Sukojin di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Denpasar Utara, pada Minggu (9/6) sungguh luar biasa.
Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran Gudang gas LPG tersebut telah menjadi 17 orang dari total 18 orang karyawan yang terluka.
Saat ini, hanya tersisa satu korban kebakaran yang masih berjuang untuk hidup dengan menjalani perawatan intensif di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.
Korban terbaru yang meninggal adalah Suherminadi, 47 tahun. Menurut Kasubag Humas RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, I Dewa Ketut Kresna, Suherminadi meninggal pada Rabu (19/6) sekitar pukul 10.45 WITA.
"Yang bersangkutan merupakan pasien yang dirujuk dari RSD Mangusada Badung," ujarnya.
Suherminadi mengalami luka bakar paling rendah, yaitu 30 persen, dibandingkan dengan rekan-rekannya yang rata-rata mengalami luka bakar lebih dari 56 persen. Namun sayangnya, nyawanya tetap tidak dapat diselamatkan.
Sementara korban yang masih kritis dan menjalani perawatan di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah adalah Ahmad Tamyis Mujaki, 25 tahun, dengan luka bakar sebesar 72 persen.
Pria tersebut ditangani oleh tim dokter secara optimal dan diberi alat bantu pernapasan.
Sementara itu, 16 korban yang meninggal sebelum Suherminadi adalah:
- Purwanto, 43 tahun
- Edy Herwanto, 43 tahun
- Yudis Aldyanto, 33 tahun
- Petrus Jewarut alias Ernus, 31 tahun
- Robiaprianus Amput, 23 tahun
- Yoga Wahyu Pratama, 24 tahun
- Katiran, 61 tahun
- Danu Sembara, 36 tahun
- Eko Budi Santoso, 37 tahun
- Yolla Aldy Zoellyanto, 25 tahun
- M. Umar Efendi, 33 tahun
- Wiri Suhardi
- Muqhis Bayudi, 29 tahun
- Dicky Panca Ramdhani, 19 tahun
- Mohamad Sofyan, 27 tahun
- Didik Suryanto, 49 tahun.
Editor : Suharnanto Jembrana Express