JEMBRANAEXPRESS.COM-Kasus penemuan mayat ibu bernama Itanti ,33, dan bayinya di kosan Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo terungkap.
Ternyata korban Ibu beserta bayinya di Sidoarjo tersebut dibunuh oleh Nizar Muhariza, pacar korban.
Nizar yang berusia 36 tahun itu berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam waktu kurang dari 12 jam di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Dalam konferensi pers di Mako Polresta Sidoarjo, Nizar Muhariza mengakui bahwa ia telah menjalin hubungan asmara dengan korban sejak Januari.
Meskipun mereka belum menikah, hubungan mereka berlanjut hingga saat ini.
Menurut Nizar, korban meminta pertanggungjawaban atas bayi yang dikandungnya sejak April hingga Juni, namun ia menolaknya.
"Mulai April, Mei, Juni itu meminta pertanggungjawaban," ujar Nizar.
Pada Sabtu (22/6), Nizar mengunjungi kos korban dan mendapati Itanti mengalami pendarahan.
Ia menawarkan untuk membawa korban ke dokter, namun korban menolak karena tidak memiliki biaya.
Keesokan harinya, korban merasakan kontraksi dan meminta Nizar untuk membantunya melahirkan. Nizar membantu proses persalinan dengan mendorong perut korban hingga bayi lahir dan menangis.
Agar tangisan bayi tidak terdengar oleh tetangga, Nizar membekap hidung dan mulut bayi hingga bayi lemas.
Ia kemudian meletakkan bayi di samping korban. Setelah itu, korban meminta Nizar membelikan minuman Pocari Sweat di warung.
Saat kembali, Nizar mendapati korban sudah meninggal dunia. Karena ketakutan, Nizar melarikan diri dengan membawa HP dan sepeda motor milik korban.
Mayat ibu dan bayinya ditemukan oleh pemilik kos, Rochid, pada Selasa (25/6/2024) di kamar kos nomor 10 dengan kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menyatakan bahwa pelaku berhasil diamankan dalam waktu 1 x 24 jam di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
“Pelaku merupakan warga Kendensari, Tanggulangin dan kekasih korban," ujarnya.
Editor : Suharnanto Jembrana Express