Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

TRAGIS! Diduga Selingkuhi Istri Ketiga, Petani di Kintamani Bangli Tewas Dibacok Celurit

I Made Mertawan • Jumat, 2 Agustus 2024 | 02:28 WIB
Wakapolres Bangli Kompol M. Akbar Eka Putra Samosir (dua dari kanan) menunjukkan alat bukti pembunuhan di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (1/8/2024).
Wakapolres Bangli Kompol M. Akbar Eka Putra Samosir (dua dari kanan) menunjukkan alat bukti pembunuhan di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (1/8/2024).

JEMBRANAEXPRESS.COM-Peristiwa tragis terjadi di Banjar Toyabungkah, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Rabu malam (31/7/2024).

 

I Ketut Sudiarta alias Mangku Tawan ,45, warga Banjar Yeh Panes, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, tewas dibunuh di kolam air hangat Volcano Sari.

 

Pembunuhan idi wilayah Kecamatan Kintamani ni diduga berlatar belakang masalah asmara.

Wakapolres Bangli Kompol M. Akbar Eka Putra Samosir mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah Ketut Murah Dana ,47, warga Banjar Dalem, Desa Songan B, Kintamani.

 

Pria ini nekat menghabisi nyawa korban karena menduga korban berselingkuh dengan istri ketiganya, Jro Evra.

 

Kini, pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 340 subsider Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Eka Samosir menjelaskan, pembunuhan ini bermula ketika pelaku melihat istrinya mengendarai sepeda motor milik korban menuju tempat kos di Penginapan Laguna, Banjar Toyabungkah, pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WITA.

 

Pelaku mengikuti istrinya dan menemukan bahwa istrinya menerima pesan WhatsApp dari korban.

 

"HP itu diambil untuk dikloning, sehingga terlapor (pelaku) bisa membalas WA, sehingga keberadaan korban diketahui," jelas Eka Putra Samosir dalam konferensi pers di Mapolres Bangli, Kamis (1/8/2024), didampingi Kasat Reskrim AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun dan Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerna.

 

Korban, yang malam itu berada di kolam air hangat Volcano Sari, didatangi oleh pelaku yang membawa sebilah celurit.

Begitu melihat korban di pinggir kolam, pelaku langsung mencabut celurit dari sarungnya. Korban sempat mencoba melawan dengan tangan kosong dan menceburkan diri ke kolam, namun tak berdaya.

 

Ia akhirnya menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Kintamani bersama keluarganya sebelum akhirnya dibawa ke Polres Bangli.

 

Kasat Reskrim AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun menambahkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku telah merencanakan pembunuhan ini.

Hal tersebut bermula ketika istri ketiganya ketahuan memiliki hubungan spesial dengan korban pada Maret 2024.

 

Persoalan ini sebenarnya sudah dimediasi oleh keluarga kedua belah pihak, namun pelaku masih tidak bisa menerima.

 

"Pelaku merencanakan pembunuhan ini dengan membeli tiga celurit. Celurit pertama dibeli secara online pada Maret 2024, namun dianggap terlalu besar. Celurit kedua dibeli sebulan kemudian, tetapi dianggap terlalu kecil. Lima hari sebelum pembunuhan, pelaku membeli celurit ketiga yang dianggap paling pas," ungkap Jaya Winangun.

 

Selain dianggap paling pas, senjata tajam yang ketiga ini dipakai untuk membunuh korban karena berada paling dekat ketika ia akan mencari keberadaan korban. Saat ini, ketiga celurit dan beberapa bukti lainnya telah diamankan oleh polisi. (*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#kintamani #petani #tragis #bangli #dibacok #tewas