Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

SADIS! Gegara Tak Bayar Usai Kencan, Bule Prancis Jadi Korban Penganiayaan Berdarah di Canggu Badung

I Gede Paramasutha • Senin, 19 Agustus 2024 | 23:22 WIB
Pelaku penganiayaan bule Prancis Muhammad Ali Hanafiah dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Badung.
Pelaku penganiayaan bule Prancis Muhammad Ali Hanafiah dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Badung.

JEMBRANAEXPRESS.COM– Insiden penganiayaan berdarah terjadi di pinggir Jalan Raya Batu Mejan, Banjar Padang Linjong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

 

Seorang bule Prancis berinisial KS menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) hingga berdarah-darah.

 

Pelaku penganiayaan KS bernama Muhammad Ali Hanafiah yang marah lantaran teman wanitanya ditiduri korban tanpa diberi uang.

Sadisnya, pisau yang digunakan pelaku Ali Hanafia dibiarkan tetap menancap di punggung korban.

 

Kapolres Badung, AKBP Teguh Priyo Wasono, mengungkapkan bahwa kejadian ini dipicu oleh konflik terkait wanita berinisial O, teman dekat Ali.

Perselisihan bermula ketika KS bertemu O di sebuah tempat hiburan malam pada Jumat (19/7/2024) sekitar pukul 04.00 WITA, di mana mereka kemudian berhubungan intim.

 

Namun, KS tidak membayar O dengan alasan tidak ada kesepakatan tarif sebelumnya. Merasa dirugikan, O mengadukan hal tersebut kepada Ali.

Baca Juga: Siapa Sosok AP? Pria yang Diduga Pelaku Penembakan di Rumah Anggota DPRD Badung

"Dari laporan yang kami terima, pelaku sakit hati setelah mendengar cerita dari teman wanitanya. Ali pun memutuskan untuk mencari korban," jelas Teguh dalam konferensi pers di Mapolres Badung pada Senin (19/8/2024).

 

Ali, yang sudah menyiapkan pisau di dashboard motornya, pergi bersama O untuk mencari KS.

 

Ketika bertemu, KS diduga melontarkan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris yang memancing emosi Ali.

 

Setelah itu, Ali langsung mendekati KS, mengambil pisau dari dashboard motornya, dan menusukkannya ke punggung KS hingga pisau tersebut menancap.

"Korban mengalami luka terbuka serius di bagian punggung dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med, Kerobokan, untuk menjalani operasi," kata Teguh.

 

Polisi berhasil menangkap Ali dan O di wilayah Gianyar, serta menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan dalam penyerangan.

 

Dalam interogasi, Ali mengakui semua perbuatannya. Teguh menegaskan bahwa Ali bukanlah mucikari, melainkan hanya teman dekat dari O.(*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#penganiayaan #Bule Prancis #korban #Canggu #badung