Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pakar Geologi ITS Ungkap Potensi Gempa Megathrust di Indonesia, Salah Satunya Pantai Selatan Bali

Suharnanto Jembrana Express • Rabu, 21 Agustus 2024 | 00:59 WIB
Pakar Geologi ITS turut beri tanggapan mengenai potensi terjadinya gempa besar, Megathrust di Indonesia.
Pakar Geologi ITS turut beri tanggapan mengenai potensi terjadinya gempa besar, Megathrust di Indonesia.

JEMBRANAEXPRESS.COM– Dr. Amien Widodo, pakar geologi dari ITS Surabaya, memberikan penjelasan mengenai potensi terjadinya gempa Megathrust di Indonesia.

 

Menurutnya, gempa Megathrust dipicu oleh tumbukan lempeng dengan kedalaman antara 0-70 kilometer (km).

 

"Terjadinya gempa Megathrust disebabkan oleh hambatan antar bidang lempeng, sementara lempeng-lempeng tersebut terus bergerak," ujar Amien pada Senin (19/8/2024).

Terdapat tujuh wilayah di Indonesia yang diprediksi dapat merasakan dampak dari tumbukan lempeng ini, yaitu pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, pantai selatan Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, Maluku Utara, pantai utara dan timur Sulawesi, serta pantai utara Papua.

 

Amien menjelaskan bahwa lempeng tektonik di daerah tersebut terus bergerak, sehingga gempa Megathrust berpotensi terjadi secara berulang.

Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah ini diharapkan berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana alam.

 

Salah satu langkah mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan mematuhi standar bangunan di Indonesia saat mendirikan rumah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.

Baca Juga: MENGHARUKAN, Aksi Heroik Sopir Bemo di Sidoarjo: Panjat Tiang Bendera Selamatkan Balon Merah Putih yang Tersangkut

"Langkah ini penting untuk mencegah potensi terjadinya Megathrust besar yang dapat memicu tsunami di pesisir pantai," tambah Amien.

 

Namun, Amien juga menekankan bahwa tidak semua gempa yang bersumber di zona Megathrust berkekuatan besar.

 

Berdasarkan data hasil monitoring BMKG, justru gempa kecil lebih sering terjadi di zona ini. "Terjadinya gempa ini tidak dapat diprediksi kapan waktunya, sehingga masyarakat tidak perlu panik," jelasnya.

Indonesia yang terletak di antara tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Samudra Hindia, terus mengalami pergerakan lempeng yang dapat memicu gempa.

 

Amien menjelaskan bahwa pergerakan lempeng tektonik ini akan terus berlangsung dengan kecepatan antara dua hingga sepuluh sentimeter per tahun, yang dapat menyebabkan tumbukan Lempeng Samudera Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.

 

"Tumbukan ini berpotensi menghasilkan gempa Megathrust," pungkasnya.(*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#pakar geologi ITS #megathrust #pantai bali #gempa megathrust