JEMBRANAEXPRESS.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus berupaya memberikan kesempatan bagi para warga binaannya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di bidang kesenian.
Salah satu bentuk pembinaan yang diadakan adalah latihan Geguntangan, sebuah seni tradisional Bali.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Tabanan, Made Sukanada, menyatakan bahwa latihan Geguntangan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dalam bidang kesenian yang rutin dilakukan.
“Latihan ini dimaksudkan sebagai sarana atau wadah untuk menyalurkan bakat dan minat warga binaan, khususnya dalam seni, sehingga Geguntangan tetap eksis di masa kini maupun masa depan,” ujarnya pada Selasa (5/11/2024).
Latihan Geguntangan ini diikuti oleh warga binaan yang beragama Hindu dan memiliki minat dalam seni dan budaya.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah acara persembahyangan Purnama dan Tilem, sehingga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memiliki aktivitas positif setelah ibadah.
Selain sebagai sarana pengembangan bakat, latihan ini juga menjadi hiburan bagi warga binaan, membantu mereka untuk tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan seni selama berada di dalam lapas.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wayan Sadiasa, menjelaskan bahwa Geguntangan, atau yang juga dikenal sebagai Gamelan Arja, merupakan kesenian tradisional Bali yang mengutamakan tembang atau melodrama dengan iringan musik.
“Musik dalam Geguntangan tidak terlalu keras, sehingga tidak mengurangi keindahan lagu-lagu vokal yang dinyanyikan,” jelasnya.
Baca Juga: MEMALUKAN! Dua Orang Oknum Wartawan Jadi Tersangka: Kasus Pengeroyokan Sopir Truk di Jembrana
Dengan adanya latihan Geguntangan ini, diharapkan warga binaan dapat lebih menghargai seni tradisional Bali serta memiliki kesempatan untuk berkarya dan berekspresi meski berada di dalam lapas.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa