JEMBRANAEXPRESS.COM - Desa Pengastulan, yang terletak di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, resmi dikukuhkan sebagai "Tsunami Ready Community" atau Komunitas Siaga Tsunami oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC) di bawah UNESCO.
Penghargaan ini diumumkan dalam peringatan 20 tahun Tsunami Aceh yang berlangsung di Banda Aceh.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya Desa Pengastulan memenuhi 12 indikator kesiapsiagaan yang ditetapkan oleh UNESCO.
Baca Juga: Langkah Tegas Lindungi Budaya Bali, Pemprov Bali Larang Pementasan Joged Bumbung Jaruh
Sekretaris Desa Pengastulan, Muhammad Ali, menjelaskan bahwa indikator tersebut meliputi pembentukan forum penanggulangan risiko bencana (FRB), pelatihan evakuasi rutin, edukasi masyarakat, dan simulasi bencana secara berkala. Verifikasi kesiapan dilakukan oleh UNESCO IOC dan BMKG pada 25-26 April 2024.
"Kami berfokus pada edukasi masyarakat, agar semua, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat menghadapi situasi darurat gempa dan tsunami dengan lebih siap," ujar Muhammad Ali.
Pengukuhan ini diharapkan menginspirasi desa lain di Bali untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyatakan bahwa langkah ini penting tidak hanya untuk Desa Pengastulan tetapi juga sebagai contoh bagi daerah lain yang rentan terhadap bencana tsunami.
"Kami berharap langkah ini memotivasi desa-desa lain untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama mengingat sejarah gempa dan tsunami yang melanda pada 1976. Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan sangat penting," ungkap Putu Ariadi.
Desa Pengastulan kini menjadi desa kedua di Bali yang meraih status Komunitas Siaga Tsunami, mengikuti jejak Desa Tanjung Benoa di Badung.
Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat Bali dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa