JEMBRANAEXPRESS.COM – Camat Jembrana, I Kadek Agus Arianta, meninggal dunia akibat serangan jantung di Jakarta.
Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Sari pada Minggu (17/11/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda Jembrana, I Wayan Putra Mahardika.
"Kami semua turut berbelasungkawa atas kepergian beliau," ujarnya.
Proses evakuasi jenazah telah diatur oleh pihak keluarga, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan Jakarta.
Jenazah direncanakan untuk dibawa kembali ke Jembrana melalui jalur darat.
"Pihak keluarga saat ini dalam perjalanan untuk menjemput jenazah beliau, dan rencananya jenazah akan diberangkatkan ke rumah duka hari ini," tambah Putra Mahardika.
Almarhum sendiri berada di Jakarta untuk mendampingi perwakilan Jembrana dalam acara apresiasi warisan budaya di Museum Fatahillah, Kota Tua.
Bahkan almarhum pada Sabtu (16/11/2024) sore, sempat memposting beberapa foto-foto kegiatan di akun facebook pribadinya dengan caption “Mendampingi Gelar Seni Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda Tingkat Nasional ( Bumbung Gebyog Pring Kencana Suara ) Br. Dangintukadaya, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana di Musium Kota Tua ( Gedung GOUVERNUR SEKANTOOR )”
Dari informasi yang diperoleh, usai acara, almarhum bersama rombongan balik menuju hotel tempat menginap sekitar pukul 22.00 Wib. Tiba di hotel, almarhum langsung beristirahat dikamarnya.
Namun pada tengah malam, almarhum Agus Arianta sempat mengeluhkan nyeri di dada dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya nyawanya tidak tertolong. Almarhum pergi meninggalkan seorang istri dan tiga putri.
Semasa hidupnya, Agus Arianta dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Sebelum menjabat sebagai Camat Jembrana, ia mengemban tugas sebagai Lurah Dauhwaru, Lurah Sangkaragung, dan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana. Ia adalah lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan 09. Almarhum juga dikenal aktif disejumlah organisasi kemasyarakatan. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Jembrana.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa