JEMBRANAEXPRESS.COM - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tabanan nomor urut satu, Nyoman Mulyadi dan Nyoman Ardika, mengumumkan strategi inovatif mereka untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna membiayai 21 program unggulan yang menjadi visi mereka.
Langkah ini termasuk penerapan Opsen Pajak, yang merupakan tambahan pungutan pajak dengan presentase tertentu.
"Dengan penerapan Opsen Pajak, kami bisa memperkuat desentralisasi fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat," ungkap Mulyadi pada Jumat (15/11) di Tabanan.
Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), Kabupaten Tabanan berpotensi mengimplementasikan kebijakan ini.
Opsen Pajak diharapkan dapat meningkatkan PAD, yang nantinya akan digunakan untuk menambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tabanan serta mendanai program unggulan mereka. Untuk merealisasikan program ini, sekitar Rp 600 miliar dibutuhkan setiap tahunnya.
Di antara 21 program unggulan yang diajukan, Program Rp 1 miliar per Desa di luar Alokasi Dana Desa (ADD) menarik perhatian.
Program ini bertujuan untuk mendorong kesejahteraan desa, dengan tambahan program Rp 500 juta per Desa Adat dan Subak untuk melestarikan tradisi budaya.
Selain itu, ada Program Peningkatan TPP dan Upah Tenaga Kerja Non-ASN sebesar 100 persen yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun pertama mereka menjabat.
Pasangan ini juga akan mengoptimalkan anggaran melalui efisiensi belanja. Upaya ini mencakup penghematan pada belanja barang dan jasa, hibah, serta modal, tanpa melanggar peraturan yang ada.
Rencana yang disampaikan oleh pasangan yang populer dengan julukan MS Glowing ini disambut antusias oleh warga Tabanan.
Wayan Sutama, salah seorang warga, berharap pasangan Mulyadi-Ardika terpilih agar rencana tersebut dapat direalisasikan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Tabanan.
"Kami berharap program-program ini dapat terealisasi dan membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat Tabanan," ujar Sutama.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa