JEMBRANAEXPRESS.COM - Sebuah rumah yang berlokasi di Banjar Malet Gusti, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, mengalami insiden kebakaran, Sabtu (16/11/2024).
Rumah milik I Gusti Made Ada terbakar akibat sambaran petir yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.
Akibat insiden ini, pemilik rumah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Baca Juga: Bank BPD Bali Terus Komitmen Tingkatkan Tata Kelola dan Kinerja Keuangan yang Berkelanjutan
Salah satu saksi mata, Gusti Putu Jani, 75, yang berada di teras rumahnya, mendengar suara petir menggelegar dan melihat asap mengepul dari atap rumah bagian barat daya.
Ketika mendekat, ia melihat api sudah mulai membakar bangunan tersebut.
Jani segera memanggil tetangga untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Upaya spontan warga berhasil menahan laju api sampai petugas pemadam kebakaran datang pada pukul 14.00 Wita. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya satu jam kemudian.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan rumah yang berukuran 12x8 meter, tetapi juga melalap barang-barang di dalamnya, termasuk kasur, laptop, televisi, pakaian, lemari, dan perabotan lainnya.
Melalui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh sambaran petir yang mengenai atap rumah dan memicu api yang cepat membesar.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP, olah TKP, dan keterangan saksi, setelah petir menyambar atap rumah korban, terlihat kepulan asap,” ungkap Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Wayan Sarta.
Camat Susut, I Dewa Putu Apriyanta, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi di tengah hujan lebat yang mengguyur kawasan Susut.
Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, karena pada saat kejadian, pemilik rumah beserta keluarganya sedang berada di Denpasar.
“Di tengah hujan tersebut, tiba-tiba ada petir yang menyambar rumah warga,” jelas Dewa Apriyanta.
Kejadian ini menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa