JEMBRANAEXPRESS.COM – Dua tahun berlalu setelah diterjang banjir bandang, kondisi Pasar Umum Melaya masih memprihatinkan dengan sejumlah bangunan rusak dan kios kosong.
Kerusakan parah terjadi di sisi pasar yang berbatasan langsung dengan sungai, dimana banyak bangunan yang belum disentuh perbaikan meskipun pasar ini sempat dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Plt Bupati Badung Hadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-15 Ibu Kota Mangupura
Bangunan los di bagian pojok terlihat amblas, sementara fasilitas seperti toilet umum tidak dapat digunakan.
Bangunan tembok penyengker Pura yang berada di dalam pasar juga masih dibiarkan roboh.
"Belum ada perbaikan sampai sekarang, padahal kerusakan di sisi timur sangat parah," ujar seorang pedagang.
Selain itu, ketidakadilan dalam fungsi pasar turut dirasakan oleh para pedagang.
Ditemui beberapa waktu lalu, para pedagang mengungkapkan keresahan atas menjamurnya aktivitas pedagang bermobil dan sepeda motor yang berjualan di area parkir depan pasar.
Praktik ini dianggap menghalangi pembeli untuk masuk ke pasar, sekaligus bersaing langsung dengan para pedagang yang memiliki lapak resmi.
Sri Kartini, salah seorang pedagang, berharap adanya pemerataan antara bagian depan dan belakang pasar.
"Banyak kios di belakang yang rusak dan kosong, sementara banyak pedagang membuka lapak di area depan di atas kendaraan," ungkapnya.
Para pedagang berharap tindakan segera diambil untuk mengatasi situasi ini, agar tidak terus menghalangi rejeki para pedagang resmi.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Banjar Malet Gusti Akibat Sambaran Petir, Kerugian Ditaksir Rp 100 Juta
Pedagang resmi tidak hanya membayar retribusi tetapi juga mengeluhkan dampak pada lalu lintas yang macet akibat pedagang di luar pasar.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengungkapkan bahwa upaya perbaikan bangunan rusak telah diusulkan ke Dinas PUPRPKP.
Namun mengenai keluhan pedagang terkait pemerataan, ia baru mendengar dan berjanji untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa