Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kontroversi Komentar Meremehkan Terkait Kesenian Jegog Picu Reaksi Kecaman Seniman Jegog di Jembrana

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 18 November 2024 | 21:11 WIB
Seniman Jegog I Ketut Monoartha asal Desa Mendoyo Dauh Tukad.
Seniman Jegog I Ketut Monoartha asal Desa Mendoyo Dauh Tukad.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Komentar bernada meremehkan mengenai kesenian Jegog yang tersebar di media sosial telah memicu reaksi keras dari para seniman Jegog di Jembrana.

Rasa kecewa dan marah mencuat di kalangan seniman, terutama karena komentar tersebut berasal dari akun yang terkait dengan politik.

Baca Juga: Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster Inisiasi Shortcut Singaraja-Mengwi Diberi Nama Jalan Ki Barak Panji Sakti

I Ketut Monoartha, seorang seniman Jegog dari Mendoyo Dauh Tukad, menyatakan bahwa komentar tersebut sangat menyakitkan.

"Jegog sudah tidak ada faidahnya, untuk apa dipertahankan," tulis komentar itu, yang dianggapnya tidak bertanggung jawab.

  1. Postingan tentang kesenian jegog yang disebutkan sudah tidak ada faedahnya.
    Postingan tentang kesenian jegog yang disebutkan sudah tidak ada faedahnya.

"Kami seniman sangat tidak senang ketika politik ikut campur dengan cara yang tidak menghargai. Semua tindakan ini menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap leluhur," ujar Monoartha, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

Baca Juga: Tokoh Galungan Buleleng Apresiasi Koster Lestarikan Arak Bali, Sebut Tubuh Bugar Konsumsi Kopi Arak

Sebagai tanggapan, I Ketut Monoartha dan para sesepuh dari kelompok Jegog Tingklik Giri Swara berencana untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai langkah selanjutnya.

Mereka tetap berkomitmen untuk melestarikan kesenian tradisional Jembrana, terlepas dari komentar miring yang diterima.

Saat ini, di Jembrana terdapat sekitar 141 kelompok tingklik dan 82 kelompok Jegog.

Kesenian jegog jembrana
Kesenian jegog jembrana

Jegog sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda dan menjadi salah satu kesenian khas Jembrana.

Komentar yang tidak bertanggung jawab ini telah melukai hati para seniman yang selama ini berjuang untuk mempertahankan tradisi tersebut.

Baca Juga: Koster Giri Menang, Program Shuttle Bus Murah Rute Singaraja-Denpasar Siap Dijalankan

Kejadian ini bermula dari viralnya komentar yang meremehkan Jegog di media sosial, yang ternyata datang dari akun dengan nama menyerupai kontestan politik di Jembrana.

Para seniman Jegog menginginkan klarifikasi dan tindakan tegas terhadap penyebar komentar tersebut untuk menjaga martabat seni budaya yang mereka cintai.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#jegog #kesenian #jembrana #leluhur