Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Lapor Dana Kampanye, Tiga Pasangan Calon di Pilkada Bangli 2024 Kompak Laporkan Pengeluaran di Bawah Rp 100 Juta

I Made Mertawan • Kamis, 5 Desember 2024 | 00:03 WIB
Komisi Pemilihan Umum
Komisi Pemilihan Umum

JEMBRANAEXPRESS - Ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bangli telah menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) kepada KPU Bangli, menunjukkan komitmen masing-masing pasangan terhadap transparansi finansial selama masa kampanye.

Uniknya, tidak satu pun dari mereka menghabiskan dana melebihi Rp100 juta selama dua bulan masa kampanye yang berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024.

Baca Juga: Partisipasi Pemilih Pilkada Jembrana Menurun Dibandingkan Pemilu Sebelumnya, Ini Penjelasan Ketua KPU Jembrana Adi Sanjaya

Pasangan calon nomor 1, Raden Cahyo Adhi Nugroho Martosubroto - I Gusti Made Winuntara, yang dikenal dengan paket "Santuy," tercatat sebagai tim dengan pengeluaran terbesar, yakni Rp60,1 juta.

Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk mengadakan pertemuan dan dialog dengan masyarakat.

Sementara itu, paslon nomor 2, Sang Nyoman Sedana Arta - I Wayan Diar, mencatat pengeluaran sebesar Rp40,5 juta.

Rincian penggunaan dana ini termasuk Rp22,5 juta untuk penyebaran bahan kampanye serta Rp18 juta untuk pemasangan alat peraga kampanye.

Baca Juga: Perbaikan Pengelolaan TPST Peh di Jembrana Berbuah Manis, Pemilah Sampah Yang Sempat Dirumahkan Kembali Dipekerjakan

Pasangan calon nomor 3, Ida Bagus Gede Giri Putra - I Made Subrata, mencatat pengeluaran paling sedikit, yaitu Rp20 juta.

Dalam LPPDK, pasangan ini tidak merinci penggunaan dana, hanya mengkategorikannya sebagai ‘pengeluaran lain.’

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bangli, I Ketut Suandana, mengonfirmasi laporan pengeluaran tersebut, menjelaskan bahwa KPU hanya berwenang menerima laporan dari para paslon tanpa mendalami atau mengoreksi angka pengeluaran.

"Prinsip kami hanya terkait apa saja yang harus dilaporkan, seperti kwitansi. Kami hanya menerima saja," ujar Suandana pada Selasa (3/12).

Baca Juga: Sadis! Kronologi Pembunuhan Mahasiswi di Bangkalan Madura, Tersangka Sempat Ajak Berhubungan Badan

Kewajaran laporan keuangan sepenuhnya diserahkan kepada akuntan publik untuk penilaian lebih lanjut.

Dengan pengeluaran yang efisien, ketiga paslon menunjukkan pendekatan kampanye yang lebih mengutamakan strategi daripada anggaran yang besar, menyoroti efisiensi dan transparansi dalam proses demokrasi di Kabupaten Bangli.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#pilkada #KPU Bangli #bangli