JEMBRANAEXPRESS.COM - Abrasi yang semakin parah di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kembali menimbulkan dampak serius.
Gelombang pasang yang terus menghantam kawasan ini telah merusak pemukiman warga dan sebuah vila milik warga negara Austria, yang kini terkubur pasir setelah ditinggalkan pemiliknya.
Baca Juga: Bawaslu Bali Ungkap Permasalahan Saat Pemungutan Suara, Rekomendasikan Pelaksanaan PSU
Salah satu warga yang terdampak adalah Kadek Tika dari Banjar Ramai, yang harus mengungsi lantaran tembok rumahnya hancur dihantam ombak, dengan pondasi bangunannya mulai terkikis.
Ketut Sregig, paman Kadek Tika, menceritakan kejadian menegangkan saat ombak besar menghantam rumah mereka saat makan malam.
“Saat itu kami sedang makan malam, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Tidak lama kemudian, air laut menghantam tembok hingga roboh,” ungkap Sregig.
Barang-barang rumah tangga dan benda-benda sakral terpaksa dipindahkan demi menghindari kerusakan lebih lanjut.
Ketakutan serupa dirasakan Made Widana, warga setempat lainnya, yang merasa was-was akibat gelombang pasang yang sering kali terjadi pada malam hari.
Merespons kejadian ini, Bupati dan Wakil Bupati Klungkung terpilih, I Made Satria dan Tjokorda Gde Surya Putra, mengekspresikan empati mereka kepada warga terdampak.
"Kami menawarkan solusi sementara berupa tempat tinggal di rumah kos yang akan dibiayai pemerintah. Namun, hingga saat ini, warga terdampak belum ada yang bersedia pindah," ujar Made Satria, Rabu (4/12/2024).
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mencari solusi permanen.
"Setelah dilantik, kami akan memastikan penanganan abrasi ini menjadi prioritas agar dampaknya tidak semakin meluas," tambah Made Satria.
Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa ada empat rumah warga dan satu vila yang berada dekat dengan bibir pantai, sementara rumah lain di belakang sering terendam saat terjadi rob.
Gelombang laut dengan ketinggian 4-5 meter menjadi ancaman yang nyata, terutama menjelang bulan purnama atau Tilem.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi yang semakin mengkhawatirkan ini, agar kerugian tidak bertambah dan ketenangan dapat kembali dirasakan warga.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa