Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tidak Ada Fasilitas Toilet Khusus Untuk Wisatawan, DPRD Bangli Soroti Pengelolaan Daya Tarik Wisata Pura Kehen, Minta Segera Dilengkapi

I Made Mertawan • Senin, 9 Desember 2024 | 20:58 WIB
Sekretaris Komisi III DPRD Bangli I Made Sudiasa
Sekretaris Komisi III DPRD Bangli I Made Sudiasa

JEMBRANAEXPRESS.COM – Keberadaan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Kehen di Kelurahan Cempaga, Bangli, telah menjadi sorotan anggota DPRD Bangli setelah terungkap bahwa lokasi tersebut belum memiliki toilet untuk wisatawan.

Isu ini mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi III DPRD Bangli, I Made Sudiasa, dan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles.

Baca Juga: KPU Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Pilkada 2024, Koster-Giri Kuasai Seluruh Kabupaten/Kota, Ini Rinciannya

Sudiasa menekankan pentingnya komitmen dari Dinas Pariwisata Bangli dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendukung wisata, termasuk penyediaan toilet.

Menurutnya, Pura Kehen bukan hanya tempat wisata tetapi juga lokasi suci bagi umat Hindu, membuat pengembangan fasilitas menjadi lebih mendesak.

"Pura Kehen sebagai Kahyangan Jagat memerlukan fasilitas umum yang memang semestinya dipersiapkan dengan baik. Ini menunjukkan kelemahan dan ketidakjelian Dinas Pariwisata," ungkap politisi Partai Demokrat itu pada Minggu (8/12).

Kendala utama pembangunan toilet di Pura Kehen adalah masalah aset lahan yang bukan milik pemerintah, sehingga tidak memungkinkan pembangunan fasilitas secara langsung.

Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles
Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles

Menanggapi hal ini, I Komang Carles menyarankan penyerahan aset kepada pemerintah atau penggunaan dana bantuan keuangan khusus (BKK) untuk merealisasikan pembangunan toilet.

"Idealnya, setiap objek wisata memiliki sarana dan prasarana penunjang, seperti toilet," tegas Carles.

Baca Juga: Dapat Pendampingan Dari PLUT Buleleng, KWT Sekar Sari Berkontribusi Terhadap Ekonomi Lokal Melalui Olahan Tepung Mokaf

I Ketut Wakil, petugas pemungut tiket di Pura Kehen, mengungkapkan bahwa daerah tersebut tidak memiliki fasilitas toilet khusus untuk wisatawan sejak sekitar tiga tahun lalu.

Pemerintah sebelumnya membongkar lima toilet yang ada untuk pembangunan wantilan, panggung pertunjukan, dan toilet baru oleh Pemprov Bali.

Namun, kelanjutan proyek tersebut masih belum jelas, termasuk kepastian fasilitas toiletnya.

Saat ini, Pura Kehen hanya memiliki toilet yang diperuntukkan khusus bagi sulinggih dan pamangku, sementara wisatawan harus menyewa toilet di rumah warga sekitar.

Wakil mencatat ketidakpuasan wisatawan yang sudah membayar tiket namun tidak mendapatkan fasilitas yang memadai.

Baca Juga: Margriet Christina Megawe Meninggal, Kepala LP Perempuan Kerobokan Ungkap Kondisi Pelaku Utama Pembunuhan Angeline

Tiket masuk yang dikenakan saat ini adalah Rp50 ribu untuk wisatawan mancanegara dewasa dan Rp30 ribu untuk anak-anak.

Untuk wisatawan domestik, dikenakan biaya Rp25 ribu bagi dewasa dan Rp15 ribu untuk anak-anak.

Upaya untuk menyediakan fasilitas yang memadai di Pura Kehen tidak hanya penting untuk kenyamanan wisatawan tetapi juga untuk mendukung kelancaran aktivitas keagamaan, menggarisbawahi perlunya solusi cepat dan efektif dari pihak terkait.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#wisatawan #dprd bangli #pura kehen #bangli #toilet