JEMBRANAEXPRESS.COM – Nasib tragis menimpa I Kadek Garda Armed,10 warga Banjar Dinas Kendal, Desa Songan A, Kintamani, Bangli.
Ia ditemukan meninggal dunia di Banjar Batu Miyeh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Rabu (11/12/2024).
Diduga, Kadek Garda terbawa arus sungai setelah terpeleset.
Informasi penemuan jenazah pertama kali diterima oleh Bhabinkamtibmas Desa Tianyar Barat melalui telepon dari kakek korban.
Kakek korban memberitahukan bahwa cucunya telah hanyut dan ditemukan meninggal dunia di wilayah tersebut.
Petugas kepolisian langsung menuju lokasi. Namun, saat tiba di tempat kejadian, jenazah Kadek Garda sudah dibawa pulang keluarganya ke Bangli.
Oleh karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal berada di wilayah Songan, Kintamani, penanganan kasus ini selanjutnya diserahkan kepada Polsek Kintamani.
Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, membenarkan peristiwa ini dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim hujan.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, daerah rawan longsor, dan agar menghindari potensi bahaya pohon tumbang.
Sementara itu dikinfirmasi terpisah Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerna mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita.
Saat itu korban dalam perjalanan pulang sekolah bersama teman-temannya.
Seperti biasa, korban melewati sebuah jembatan untuk menuju rumahnya di Banjar Kendal, Desa Songan A.
“Saat sudah melewati jembatan, korban berbalik lagi, kemudian bermain air hujan,” terangnya.
Kapolsek menambahkan, saat itu teman-temannya sebenarnya sudah mengingatkan korban agar tidak bermain air.
Baca Juga: BPBD Klungkung Tangani 15 Titik Bencana Alam Akibat Hujan dan Angin Kencang Dalam Sehari
Benar saja, tiba-tiba air mengalir deras dan menyeret korban hingga ke wilayah Karangasem.
“Korban terbawa arus air hujan, sekira pukul 12.30 Wita ditemukan di Batu Meyeh, kemudian dibawa ke rumah duka,” imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan, terutama bagi anak-anak, di sekitar sungai dan wilayah yang rawan bencana.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa