Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Terungkap! Begini Pemicu Terjadinya Penganiayaan Berdarah yang Tewaskan Warga Sumba di Denpasar Bali

I Gede Paramasutha • Jumat, 13 Desember 2024 | 17:38 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JEMBRANAEXPRESS.COM- Penyebab penganiayaan berdarah di Jalan Pulau Seram, Gang I, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Rabu (11/12/2024) mulai terungkap.

 

Kasus penganiayaan yang menewaskan Raymundus Loghe Rangga, 33, dan melukai Dominikus Japa Rahi, 26, tersebut menghebohkan warga Denpasar.

 

Pelaku penganiayaan, berinisial FPH, 36, diketahui merupakan ipar dari korban Raymundus.

 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua III Flobamora Bali, Marthen Rowa Kasedu, saat dikonfirmasi pada Kamis, 12 Desember 2024.

“Kasus ini bukan bentrok antar kelompok, tetapi murni masalah keluarga. Pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga dekat, yakni saudara ipar,” tegas Marthen.

 

Kronologi kejadian berawal dari konflik keluarga antara pelaku dan istrinya, yang merupakan saudara dari istri korban.

 

Raymundus dan istrinya mengajak istri pelaku untuk tinggal sementara di Jalan Pulau Seram.

 

 

“Maksudnya agar istri pelaku diamankan sementara hingga konflik mereda. Namun, FPH tidak terima dan mengajak teman-temannya ke TKP, hanya dia yang membawa sajam,” kata Marthen.

Di lokasi, FPH menusuk Raymundus, sementara Dominikus yang berusaha melerai juga ikut menjadi korban penusukan.

 

Sayangnya, Raymundus meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya.

Pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian. Marthen Rowa juga memastikan bahwa korban bukan anggota Flobamora, namun sebagai tokoh masyarakat Sumba di Bali, ia tetap memantau situasi dan berusaha meredam ketegangan antar keluarga.

 

“Saya sudah mendatangi rumah duka dan berkomunikasi dengan keluarga korban, meminta mereka tidak balas dendam dan percayakan proses hukum kepada polisi,” tambah Marthen.

 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kronologi kejadian, motif, dan penangkapan pelaku. (*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#penganiayaan #berdarah #warga sumba #bali #denpasar