JEMBRANAEXPRESS.COM - Satu rumah di kawasan Banjar Bucu, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal mendadak amblas pada Jumat siang.
Rumah milik warga ini berada di pinggiran sungai dengan tanah yang miring, dan diduga roboh akibat pondasi yang tidak kuat serta kesalahan konstruksi.
Pantauan Jembrana Express bangunan tersebut masih terlihat baru. Namun naas rumah yang tepat berada di perbatasan Banjar Piakan, Desa Sibangkaja tersebut amblas.
Bahkan beberapa furniture terlempar hampir ke bibir sungai.
Selain itu, sejumlah material longsoran bangunan tersebut juga terlempar ke jalan, sehingga sempat mengganggu lalu lintas.
Baca Juga: ABK Anjas Purnama Divonis 12 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan PSK Michat di Denpasar
Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengatakan, pasca mendapatkan informasi pihaknya langsung meninjau ke lokasi kejadian bersama dengan beberapa pihak antara lain dari BPBD Badung, Polsek Abiansemal, Perbekel Darmasaba, dan kelihan banjar setempat.
Dari informasi yang dihumpunnya, rumah tersebut masih baru dan belum dihuni. Sehingga dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
“Pemiliknya adalah salah seorang warga yang tinggal di Denpasar, jadi bukan warga Desa Darmasaba. Waktu kami ke sana, pemilik belum ke lokasi. Oleh pihak Polsek tadi sudah dihubungi pemiliknya, dan pemilik mengakui tidak pernah tinggal di rumah tersebut, karena bangunan baru selesai dua bulan lalu,” ungkap Arimbawa saat dikonfirmasi.
Ia menduga, penyebab ambruknya rumah tersebut karena kesalahan konstruksi dan tidak kuatnya pondasi bangunan. Selain itu rumah tersebut dibangun di atas tanah urug.
Baca Juga: Terungkap! Begini Pemicu Terjadinya Penganiayaan Berdarah yang Tewaskan Warga Sumba di Denpasar Bali
“Murni penyebab bangunan longsor itu memang karena kesalahan konstruksi serta pondasi yang tidak kuat. Konstruksi pembesian yang tidak sesuai dengan besar dan luas bangunan. Mengingat juga, rumah ini dibangun di tanah urugan dan di posisi tebing, agak di pinggir sungai,” terangnya.
Menurutnya, jika dilihat dari bangunan yang roboh, kerugian yang dialami diperkirakan minimal Rp 900 jutaan.
Sebab ukuran rumah cukup bersar dan ada beberapa furniture.
"Kira-kira perkiraan kerugiannya minimal Rp 900 juta,” ucapnya.
Lebih lanjut Arimbawa menambahkan, lalu lintas di jalan sekitar rumah ambruk tersebut sempat tersendat karena material menuyupi jalan.
Namun secara bersama-sama sudah dibersihkan oleh warga sekitar.
“Akibat robohnya bangunan tersebut sedikit mengganggu lalu lintas di sana, karena memang material robohan sampai ke jalan. Namun sudah dibersihkan oleh warga sekitar sehingga lalu lintas sudah kembali lancar,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa