Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Natal di Gereja Sabda Bayu Tahun Ini Terasa Berbeda dengan Pohon Natal Setinggi 3,5 Meter dari Botol Plastik Bekas

Dian Suryantini • Senin, 16 Desember 2024 | 22:46 WIB
BOTOL PLASTIK : Proses pembuatan pohon Natal berbahan botol plastik di Gereja Sabda Bayu, Singaraja
BOTOL PLASTIK : Proses pembuatan pohon Natal berbahan botol plastik di Gereja Sabda Bayu, Singaraja

JEMBRANAEXPRESS.COM - Perayaan Natal di Gereja Sabda Bayu tahun ini menghadirkan nuansa yang berbeda dengan kehadiran pohon Natal setinggi 3,2 meter yang terbuat dari botol plastik bekas.

Inisiatif kreatif jemaat ini tidak hanya memberikan sentuhan estetika, tetapi juga mengusung pesan lingkungan dan kebersamaan yang mendalam.

Baca Juga: Malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024, Pemkab Badung Raih Tiga Penghargaan

Pendeta Gereja Sabda Bayu, Viyata Margareta Yuliana Bolla, menjelaskan bahwa meski perayaan Natal tahun ini tetap sederhana, namun dipenuhi makna.

“Pohon Natal adalah simbol kerukunan. Secara tradisional, ia membawa keharmonisan dan kerap ditempatkan di tengah keluarga sebagai lambang keutuhan,” ungkapnya.

Rangkaian perayaan telah dimulai sejak awal Desember, dan puncaknya akan dirayakan bersama jemaat pada 22 Desember.

BOTOL PLASTIK : Proses pembuatan pohon Natal berbahan botol plastik di Gereja Sabda Bayu, Singaraja
BOTOL PLASTIK : Proses pembuatan pohon Natal berbahan botol plastik di Gereja Sabda Bayu, Singaraja

Yang menarik, pohon Natal ini sepenuhnya terbuat dari botol plastik bekas yang dikumpulkan oleh jemaat secara bertahap.

“Setiap minggu, jemaat yang datang beribadah membawa botol dari rumah mereka. Semua terlibat dalam proses ini,” tambah Viyata.

Baca Juga: BRI Jadi Sponsor Utama LKG U-14, Wujud Nyata Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Muda

Konseptor karya seni ini, Mesak Ena Jalla, berusia 56 tahun, mengungkapkan bahwa ide pembuatan pohon Natal ini muncul dari keinginan untuk merayakan Natal dengan cara yang sederhana.

“Kami mengumpulkan hampir 1.000 botol plastik yang direkatkan pada kerangka kayu menggunakan ripet. Kerangkanya dibeli, tetapi lainnya dari barang bekas,” jelas Mesak.

Dengan pengalaman melayani di gereja sejak 1998, Mesak menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya Gereja Sabda Bayu menggunakan bahan daur ulang untuk pohon Natal.

“Kami pernah menggunakan bambu, pipet bekas, dan senar. Namun kali ini, botol plastik memberikan hasil yang lebih berwarna dan menarik perhatian. Tantangan utamanya adalah mengumpulkan bahan yang cukup,” tambahnya.

Bersama anggota jemaat lainnya, Mesak merangkai botol-botol plastik tersebut dalam waktu, hanya sekitar dua jam sehari, dan menargetkan penyelesaian sebelum 22 Desember 2024.

“Kami mengerjakannya santai, tidak begadang. Yang penting tetap sehat,” imbuhnya dengan senyuman.

Baca Juga: Info Terkini! Inilah Penampakan Enam Pelaku Kekerasan pada Pria NTT di Denpasar, Lima Lagi Dalam Pengejaran

Mesak menekankan bahwa penggunaan pohon Natal dari bahan bekas ini memiliki nilai simbolis yang mendalam

“Natal tidak harus mewah. Pesan utamanya adalah keharmonisan dan kebersamaan. Dengan memanfaatkan barang bekas, kami ingin menunjukkan bahwa hal sederhana pun bisa memiliki makna besar,” tegasnya.

Pohon Natal ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga simbol gotong royong jemaat. Semangat kerjasama terlihat dari proses pengumpulan bahan hingga perakitannya.

“Botol-botol plastik yang dianggap limbah kini menjadi simbol perayaan yang indah,” kata Mesak.

Gereja Sabda Bayu sendiri memiliki sejarah panjang di Singaraja, berdiri sejak 1962.

Sebagai saksi berbagai perubahan dan perkembangan komunitas, Mesak merasa beruntung dapat terlibat dalam setiap perayaan Natal.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Denpasar: Ninja Hajar Tiang Telepon, Warga Temanggung Meninggal

“Saya di sini sejak gereja belum seperti sekarang. Terlibat dalam setiap perayaan adalah kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.

Rangkaian perayaan Natal di Gereja Sabda Bayu melibatkan berbagai kegiatan yang mempererat tali persaudaraan jemaat, puncaknya pada 22 Desember mendatang, ketika seluruh jemaat berkumpul untuk merayakan Natal bersama.

Kreativitas jemaat Gereja Sabda Bayu memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Di tengah tantangan zaman dan isu lingkungan, mereka menunjukkan bahwa Natal bisa dirayakan dengan cara sederhana namun bermakna.

Dengan memanfaatkan barang bekas, mereka tidak hanya menyampaikan pesan iman, tetapi juga harmoni dengan alam.

Melalui pohon Natal dari botol plastik ini, Gereja Sabda Bayu membuktikan bahwa Natal adalah momen untuk menciptakan keindahan dalam keluarga, komunitas, dan lingkungan.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#gereja #Botol plastik #pohon natal #buleleng #Gereja Sabda Bayu