Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

DAPD Buleleng Kenalkan Inovasi SRIKANDI dan Diorama Virtual Soenda Ketjil, Jadi Wadah Pengelolaan Arsip Yang Lebih Modern Dan Relevan

Dian Suryantini • Rabu, 18 Desember 2024 | 16:00 WIB
Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini
Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini

JEMBRANAEXPRESS.COM - Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng meluncurkan inovasi terbarunya, Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif (SRIKANDI).

Bersamaan dengan itu, mereka juga memperkenalkan Diorama Virtual Soenda Ketjil, sebuah program edukasi sejarah lokal dalam format digital.

Acara sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat DAPD Buleleng dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengelola perpustakaan sekolah, dan tim DAPD.

Baca Juga: Gelar Rapat Terpadu, Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Konflik Jelang Natal dan Tahun Baru

Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini, menyatakan bahwa program baru ini bertujuan menjembatani pengelolaan arsip konvensional dan digital, sehingga memudahkan akses masyarakat terhadap nilai sejarah lokal.

“Kami ingin menjembatani pengelolaan arsip konvensional dan digital agar nilai sejarah lokal semakin mudah diakses dan dipahami,” ujar Made Era Oktarini dalam acara yang berlangsung Selasa (17/12/2024).

Dalam pelaksanaannya, program SRIKANDI Buleleng dirancang dengan mengintegrasikan pengelolaan arsip lintas instansi menggunakan pendekatan teknologi.

DAPD menggandeng berbagai dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfosanti, untuk memaksimalkan program ini.

Arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi interaktif.

Baca Juga: Mobil Nisan Livina Terbakar di Jalur Amlapura-Singaraja, Seluruh Penumpang Selamat, Kerugian Capai Rp 90 Juta

“Inovasi utama adalah Diorama Virtual Soenda Ketjil, yang menghadirkan arsip sejarah lokal dalam format digital,” jelas Made Era Oktarini.

Diorama ini, yang menyoroti tokoh-tokoh penting seperti I Gusti Ketut Pudja, dirancang untuk menjadi pusat edukasi sejarah dan diharapkan menarik wisatawan ke Museum Jagaraga dan Museum Buleleng.

Dengan demikian, diorama ini juga dapat berkontribusi pada pendapatan daerah melalui retribusi wisata.

 

DAPD Buleleng juga berkomitmen meningkatkan akreditasi perpustakaan desa dan sekolah, dengan 23 perpustakaan telah terakreditasi berkat dukungan dari DAPD.

Respon positif dari masyarakat mencerminkan dukungan terhadap pelestarian sejarah lokal melalui teknologi.

Baca Juga: Torehkan Sembilan Gol, Top Skor Sementara Liga 1 Egy Maulana Tampil Gemilang, Berhasil Bobol Gawang Tujuh Mantan Klubnya Termasuk Bali United

Made Era Oktarini menutup dengan optimisme bahwa SRIKANDI Buleleng akan menjadi model pengelolaan arsip berbasis integratif yang dapat mendekatkan generasi muda pada sejarah lokal.

“Diorama-diorama ini bukan hanya sarana edukasi, tetapi juga upaya menghubungkan masa lalu dengan kebutuhan masa kini,” pungkasnya. ***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#museum buleleng #Diorama Virtual Soenda Ketjil #buleleng #Museum Jagaraga