Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

PLN UID Bali Siagakan 1.032 Personel di 71 Posko untuk Jaga Pasokan Listrik Selama Nataru, Beban Puncak Kelistrikan Nataru Diprediksi Sentuh 1.250 MW

Rika Riyanti • Rabu, 18 Desember 2024 | 16:08 WIB
PERSIAPAN: Suasana Apel Siaga NATARU PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali yang dilaksanakan secara online dengan Apel Siaga PLN Pusat.
PERSIAPAN: Suasana Apel Siaga NATARU PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali yang dilaksanakan secara online dengan Apel Siaga PLN Pusat.

JEMBRANAEXPRESS.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), PT PLN (Persero) UID Bali menyiapkan sebanyak 1.032 personel untuk memastikan pasokan listrik tetap andal.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penggunaan listrik selama periode tersebut.

Hal ini diumumkan oleh General Manager PT PLN (Persero) UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, dalam Apel Siaga Kelistrikan Nataru yang dilaksanakan di Kantor PLN UID Bali.

Baca Juga: DAPD Buleleng Kenalkan Inovasi SRIKANDI dan Diorama Virtual Soenda Ketjil, Jadi Wadah Pengelolaan Arsip Yang Lebih Modern Dan Relevan

Masa siaga Nataru berlangsung dari 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.

Selama periode ini, PLN mengerahkan personel yang terdiri dari petugas pelayanan teknik, petugas pemeliharaan, serta Tim Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

“Seluruh personel akan tertugas di 71 posko siaga yang tersebar di Bali. Selain itu, untuk mendukung jemaat yang melaksanakan peribadatan, PLN menempatkan personel di 64 gereja sebagai lokasi prioritas,” jelas Eric.

PLN juga memberikan perhatian khusus pada 16 lokasi tambahan seperti tempat wisata dan fasilitas umum lainnya guna memastikan keandalan pasokan listrik.

Baca Juga: Gelar Rapat Terpadu, Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Konflik Jelang Natal dan Tahun Baru

Eric menambahkan bahwa saat ini pasokan listrik dalam keadaan aman dengan beban puncak diperkirakan mencapai 1.250 Megawatt (MW), sedangkan daya mampu pembangkit sebesar 1.388 MW.

“Cadangan daya yang tersedia lebih besar daripada kapasitas pembangkit terbesar yang beroperasi, sehingga pasokan listrik di Bali tetap aman,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, PLN juga menyiapkan peralatan cadangan seperti 41 unit uninterruptible power supply (UPS), 19 genset, dan 26 unit gardu bergerak (UGB).

Baca Juga: Mobil Nisan Livina Terbakar di Jalur Amlapura-Singaraja, Seluruh Penumpang Selamat, Kerugian Capai Rp 90 Juta

PLN juga memastikan kenyamanan pengguna kendaraan listrik dengan menyiagakan 123 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di 63 lokasi.

“Kami telah memastikan semua charging station dapat berfungsi maksimal di seluruh pulau Bali, termasuk di lokasi-lokasi wisata,” kata Eric.

Eric mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pesta, yakni penyambungan listrik sementara dari PLN untuk acara perayaan atau pesta.

“Layanan ini menawarkan solusi kompetitif dibandingkan dengan membangkitkan listrik sendiri, sehingga acara saat Nataru dapat berjalan maksimal,” tutupnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#spklu #bali #pln uid bali