Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sempat Terkendala Biaya Pemulangan Hingga USD 4.500, Jenazah PMI Ni Putu Kariani yang Meninggal di Turki Akhirnya Tiba di Rumah Duka Desa Tuwed

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 30 Desember 2024 | 14:35 WIB

RUMAH DUKA : Keluarga dan kerabat almarhum Ni Putu Kariani saat jenasah tiba di rumah duka di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (29/12/2024).
RUMAH DUKA : Keluarga dan kerabat almarhum Ni Putu Kariani saat jenasah tiba di rumah duka di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (29/12/2024).

JEMBRANAEXPRESS.COM - Suasana duka menyelimuti rumah duka di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, ketika peti mati Ni Putu Kariani,44 dibuka untuk disambut oleh keluarga pada Minggu (29/12/2024).

Suami almarhumah, I Ngurah Nata,48 langsung mengenali istrinya dari tanda yang ada di kakinya, dan tak mampu menahan isak tangis.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan Tubuh Pemancing Cumi-Cumi yang Hilang di Pantai Teluk Terima, Ditemukan Mengambang Sekitar 1,8 Km Arah Utara Lokasi Tenggelam

“Saya langsung tahu itu istri saya begitu melihat kakinya. Saya tak kuasa menahan tangis karena itu saya tidak melihat wajahnya,” ujar Nata

Kariani, pekerja migran Indonesia yang bekerja di Turki, meninggal dunia karena penyakit meningitis.

Dari penuturan keluarga, selama masa kerjanya, almarhum sempat menjalani berbagai pengobatan, termasuk kemoterapi dan operasi, dengan harapan segera pulih dan kembali ke Tanah Air.

RUMAH DUKA : Keluarga dan kerabat almarhum Ni Putu Kariani saat jenasah tiba di rumah duka di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (29/12/2024).
RUMAH DUKA : Keluarga dan kerabat almarhum Ni Putu Kariani saat jenasah tiba di rumah duka di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (29/12/2024).

Namun, kondisi kesehatannya kian memburuk, dan beberapa kali upaya untuk berkomunikasi melalui panggilan video dengan keluarganya di Indonesia tidak berjalan dengan baik karena kesehatannya yang terus menurun.

Baca Juga: “Bridges of Light” Pameran Perayaan Empat Dekade Perjalanan Susiawan Digelar di Sudakara ArtSpace, Tampilkan Lukisan Intuitif dan Wayang Kulit

Proses pemulangan jenazah Kariani ke Indonesia menemui sejumlah hambatan, terutama dalam hal prosedur dan biaya.

Namun, berkat bantuan berbagai pihak, termasuk donasi dari sesama pekerja migran di Turki, jenazah almarhumah akhirnya dapat dipulangkan.

Donasi yang terkumpul mencapai USD 4.500, yang digunakan untuk biaya pemulangan jenazah.

"Saya sangat bersyukur jenazah istri saya bisa kembali ke rumah," ungkap Nata penuh haru.

Baca Juga: 645 Ribu Kendaraan Lewat Tol Bali Mandara Selama Libur Natal 2024, PT Jasamarga Bali Tol Klaim Volume Naik Hingga 10,95 Persen Dibanding Tahun Lalu

Rumah sakit di Turki juga sempat menginformasikan bahwa jenazah harus segera dipulangkan.

“Jika tidak, istri saya akan dimakamkan di Turki,” imbuhnya.

Selain itu, perusahaan tempat Kariani bekerja juga disebutkan menghadapi kesulitan dalam menanggung biaya pemulangan setelah sebelumnya mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan, termasuk tiga kali kemoterapi dan dua kali operasi otak.

Kariani sendiri jatuh sakit sejak Agustus 2024, dan upaya pemulangan sudah diupayakan sejak Oktober, tetapi tertunda karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Baca Juga: Kejadian Luar Biasa di Laut Penimbangan Buleleng: Kemunculan Si Kuning Frogfish

Almarhum meninggal dunia di Turki, Sabtu (14/12/2024) lalu dan jenasahnya baru bisa dipulangkan dan tiba di Indonesia 15 hari kemudian.

Selanjutnya pihak kelurga mempersiapkan rencananya upacara pengabenan untuk almarhumah dalam waktu dekat.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#Kecamatan Melaya #desa tuwed #jembrana #Meninggal dunia di turki #rumah duka #bali #Pekerja migran di turki