JEMBRANAEXPRESS.COM - Obyek Wisata Alas Pala Sangeh mengalami peningkatan kunjungan wisatawan selama libur tahun baru 2025.
Meski lebih ramai dibanding hari biasa, jumlahnya tidak setara dengan libur tahun baru 2024.
Faktor cuaca mendung dan gerimis diperkirakan mempengaruhi penurunan ini.
Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, menyatakan bahwa meskipun ada peningkatan kunjungan, hal itu tidak signifikan.
"Memang ada peningkatan, sekitar 30 persen, namun tidak terlalu signifikan. Mungkin karena efek cuaca ekstrem, di mana Sangeh ini merupakan wisata alam. Jadi sangat berkaitan," ujar Pujawan pada Rabu (1/1/2025).
Pujawan menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan libur tahun baru 2025 berbeda dibandingkan dengan tahun 2024, yang waktu itu didukung cuaca cerah.
"Kalau tahun lalu lebih ramai dari ini, karena tidak ada hujan. Lebih terang dari yang sekarang. Jadi memang karena faktor cuaca," ungkapnya.
Selama libur musiman seperti tahun baru, wisatawan yang datang biasanya didominasi oleh wisatawan domestik, sementara pada hari biasa lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa, yang lebih menikmati alam.
"Perbandingannya bisa mencapai 85 persen mancanegara dan 15 persen domestik," jelas Pujawan, yang juga Ketua Desa Wisata Sangeh.
Di Alas Pala Sangeh, wisatawan dapat berinteraksi dengan monyet-monyet dan diberi kesempatan untuk memberi makan, dengan syarat tidak menyentuh.
DTW Alas Pala Sangeh menawarkan paket monkey feeding untuk wisatawan mancanegara, seharga Rp 75 ribu.
Paket yang diluncurkan setahun lalu ini terbukti mendongkrak peningkatan kunjungan secara signifikan, dari sekitar 4.000-5.000 per bulan menjadi 20.000 kunjungan pada Agustus 2024.
"Grafiknya dari Januari mulai naik, klimaksnya pada bulan Agustus 2024 sebanyak 20.000 kunjungan. Di bulan September sempat turun sedikit karena mulai masuk low season. Saat itu, okupansi tourism di Bali menurun, berimbas pada kunjungan ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Bali," jelas Pujawan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa