Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Bupati Baru, Program Bantuan Seragam Sekolah Bagi Siswa Kurang Mampu di Kabupaten Buleleng Dikebut, Siapkan Anggaran Rp 6,5 Miliar

Dian Suryantini • Sabtu, 11 Januari 2025 | 15:07 WIB
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

JEMBRANAEXPRESS.COM - Dalam upaya mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2029, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menggelar rapat di Ruang Rapat Kepala Disdikpora pada hari Jumat (10/1).

Rapat ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait dan bertujuan untuk menyinkronkan pandangan mengenai program bantuan pakaian seragam bagi siswa kurang mampu.

Baca Juga: Absennya Ricky Fajrin dan Kenzo Nambu Jadi Sorotan Usai Laga Bali United vs Persib Bandung, Ternyata Ini Penyebabnya!!!

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan bahwa program bantuan ini adalah langkah awal untuk menyamakan pandangan segenap pihak dalam mendukung visi-misi Bupati terpilih.

"Bantuan seragam ini dirancang agar siswa dari keluarga kurang mampu dapat memulai sekolah dengan semangat baru," ujar Ariadi.

Rapat yang digelar  di Ruang Rapat Kepala Disdikpora pada hari Jumat (10/1).
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Kepala Disdikpora pada hari Jumat (10/1).

Program ini menyasar siswa Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk tahun ajaran 2025-2026.

Baca Juga: Truk Mogok di KM 113-114 Jalan Denpasar Gilimanuk Desa Melaya Dihantam Dua Kendaraan, Seorang Balita Derita Luka Robek di Kepala

Bantuan yang akan disalurkan meliputi perlengkapan lengkap seperti topi, seragam merah putih untuk SD, putih biru untuk SMP, seragam Pramuka, hingga tas sekolah.

Dengan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar, program ini dirancang untuk siswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan program Penyadaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Kami sedang memverifikasi jumlah penerima agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Ini semua bagian dari program 100 hari kerja Bupati terpilih,” tambah Ariadi.

Baca Juga: BPBD Sigap Tangani Pohon Bunut Yang Tumbang Timpa Dua Ruko di Tabanan, Tak Ada Korban Jiwa Namun Kerugian Capai Rp 20 Juta

Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan tetapi juga mendukung perekonomian lokal dengan menggandeng Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Buleleng untuk pengadaan seragam.

"Kami ingin UMKM lokal ikut berkontribusi. Ini juga merupakan cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Ariadi.

Disdikpora berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat pada setiap tahap pelaksanaan program, mulai dari perencanaan hingga distribusi, dan menyesuaikan pelaksanaan dengan Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2024 yang akan direvisi jika diperlukan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Meisariskhi, Selebgram Cantik Bali Yang Jadi Figur Inspiratif Dunia Digital Dengan Gaya Casual dan Kepribadian Ceria

Program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga kurang mampu dan memastikan akses pendidikan yang lebih merata.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terkendala pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi,” tutup Ariadi.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#seragam gratis #anak sekolah #buleleng #Bupati baru