JEMBRANAEXPRESS.COM – Warga Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, digemparkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di sebuah garasi rumah warga, Senin (13/1/2025).
Hingga kini, masih belum diketahui siapa yang tega meninggalkan bayi yang baru lahir tersebut seorang diri.
Dari informasi yang diperoleh Jembrana Express (Jawa Pos Group), bayi pertama kali ditemukan I Gusti Made Putra dan Ni Luh Suartini sekitar pukul 17.00 Wita.
Saat itu, keduanya baru saja menyelesaikan pekerjaan di proyek Pura Tirtaharum dan hendak mengambil sepeda motor yang diparkir di garasi milik Pak Made, yang terletak di pinggir jalan Bangli-Gianyar.
Saat itu mereka mendengar tangisan bayi dan menemukan bayi tersebut tergeletak di lantai depan sebuah mobil yang terparkir, lengkap dengan baju dan selimut bayi.
Baca Juga: Akhir Tahun 2024, Jalan Kabupaten Rusak di Jembrana Tercatat Sepanjang 214,21 Kilometer
Penemuan ini segera mengundang perhatian warga sekitar.
I Ketut Darmaja, seorang warga Guliang Kangin, dengan cepat membawa bayi tersebut ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan.
"Bayi ini harus diselamatkan, saya bawa ke rumah sakit," ujarnya.
Darmaja yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli itu, menambahkan bahwa saat ditemukan, tali pusar bayi sudah terpotong dan diikat dengan tali plastik.
"Bayi sempat menangis saat di mobil, tali pusar sudah terpotong dan diikat tali plastik," ungkap Darmaja,
Setiba di RSUD Bangli sekitar pukul 17.30 Wita, bayi tersebut langsung diperiksa oleh dokter.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Bangli, Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya menyatakan bahwa bayi memiliki berat 1.650 gram dan panjang 40 sentimeter. Bayi itu diiperkirakan lahir pada usia kehamilan 31-32 minggu.
“Bayi tiba dengan kondisi kulit tampak merah, gerakan lemah, dan menangis. Dengan kondisi berat badan rendah, saat ini bayi dirawat di ruang NICU," terangnya.
Sementara itu, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang meninggalkan bayi malang ini.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa