Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sosok Almarhum Made Arya, PMI Asal Jembrana Yang Meninggal Dunia di Amerika Serikat Dimata Sang Ibu dan Tetangganya

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 17 Januari 2025 | 13:30 WIB
Ni Ketut Wandi (64) bersama foto almarhum Made Arya yang meninggal beberapa waktu lalu di Amerika Serikat.
Ni Ketut Wandi (64) bersama foto almarhum Made Arya yang meninggal beberapa waktu lalu di Amerika Serikat.

JEMBRANAEXPRESS.COM - Duka mendalam menyelimuti Ni Ketut Wandi (64), seorang ibu tunggal yang tinggal di Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana.

Anak tunggalnya, I Made Arya Budiharta (41), yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sebuah restoran di Bourbonnais, Illinois, Amerika Serikat, telah meninggal dunia akibat kanker.

Baca Juga: Inisiatif Kreatif Penyuluh Bahasa Bali di Buleleng untuk Melestarikan Budaya dan Lingkungan, Merangkai Kata Dengan Limbah

Wandi mengungkapkan betapa beratnya hidup sebatang kara setelah kepergian anak tercintanya.

Sebelumnya, suami dan anak pertamanya telah lebih dulu meninggal dunia akibat kecelakaan, menjadikan Arya sebagai tulang punggung keluarga.

Arya membiayai hidup ibunya dengan bekerja di kapal pesiar hingga tahun 2018, sebelum memutuskan untuk mencari kehidupan lebih baik di Amerika Serikat.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Mojokerto: Korban Meninggal Dunia Dihajar Motor Sport Saat Menyeberang

"Made adalah tulang punggung saya. Saya tidak ingat tahun berapa dia mulai bekerja di kapal pesiar, tetapi setelah kontrak ketujuhnya selesai, dia mulai bekerja di Amerika pada tahun 2018. Rencananya, dia akan pulang Desember lalu, tapi takdir berkata lain," tutur Wandi.

Meskipun Arya sempat menjalani beberapa kali operasi, penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Komunikasi terakhir antara Wandi dan Arya terjadi pada Sabtu (11/1/2025), sehari sebelum Arya meninggal.

Wandi mengaku tidak mengetahui kondisi kesehatan anaknya dengan jelas, karena Arya selalu mengaku baik-baik saja.

Baca Juga: Kecelakaan di Kediri: Truk Seruduk Teras Rumah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

"Setiap hari kami video call. Dia selalu bilang baik-baik saja. Namun, dua hari sebelum meninggal, kami tidak sempat video call karena perbedaan waktu yang jauh. Saya mengirim pesan agar dia beristirahat," kenang Wandi.

 

Saat ini, jenazah Arya masih berada di rumah duka di Chicago, Amerika Serikat, menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Kendala cuaca menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pemulangan jenazah.

"Kami sempat ingin menitipkan jenazah di rumah duka KBRI, namun ditolak. Beruntung, pimpinan tempat Made bekerja memiliki teman yang memiliki fasilitas rumah duka. Teman-teman Made di AS sedang menggalang dana untuk pemulangan jenazah, dan manajemen tempat kerjanya juga siap membantu," tambah Wandi.

Baca Juga: Viral, Siswa SMKN I Abang Karangasem Terlibat Perkelahian, Seorang Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Arya dikenal sebagai sosok dermawan dan peduli terhadap sesama, terutama para lanjut usia.

Kepala Lingkungan Sawe, I Ketut Wardana Putra, mengungkapkan bahwa Arya telah menjalankan program bakti sosial, memberikan pengobatan gratis, tambahan makanan, serta sembako untuk lansia setiap enam bulan sejak tahun 2020.

"Made memiliki program menyantuni lansia di wilayah kami sebanyak 70 lansia yang berusia di atas 70 tahun. Setiap enam bulan sekali, Made memberikan bantuan berupa makanan, sembako, dan biaya pengobatan," ujar Wardana.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#meninggal dunia #jembrana #pekerja migran indonesia #amerika serikat