JEMBRANAEXPRESS.COM - Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Ubung Kaja menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Dari total delapan orang yang berada di dalam rumah kos yang tertimbun, tiga orang dinyatakan selamat, sementara empat lainnya ditemukan meninggal dunia.
Hingga sore hari, satu orang masih dalam pencarian.
Kronologi kejadian menjelaskan bahwa para korban baru seminggu menempati rumah kos tersebut.
Tim gabungan yang melakukan pencarian menginformasikan bahwa proses evakuasi telah mencapai titik akhir, dengan penggunaan alat berat untuk mencari korban yang tertimbun.
Sulaiman, salah satu penghuni kos berusia 35 tahun, menjadi saksi peristiwa tersebut.
Ia awalnya sedang membersihkan kandang ayam ketika merasakan ada batu yang jatuh, yang mengenai kakinya.
Tanpa menyangka, batu tersebut menandai awal longsor yang kemudian menimpa tempat tinggalnya.
“Saya lari keluar kos setelah melihat tebing mulai longsor,” ungkapnya.
Baca Juga: Dua Monyet Kerap Muncul di Hutan Mangrove Desa Budeng Jembrana, Berkeliaran Sejak Desember 2024
Sulaiman juga melaporkan ada delapan orang yang tinggal di dua kamar kos sebelahnya, dan ia tidak sempat memberi kabar kepada mereka sebelum longsor terjadi.
Ia hanya sempat melihat dua orang yang berhasil selamat saat keadaan mulai memburuk.
Teman korban lainnya, Imam Wahyu Aji, 24, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, ia menginap di salah satu kamar kos bersama lima temannya, sementara empat lainnya berada di kamar sebelah.
Setelah kembali ke rumah kontrakan sekitar pukul 06.30 Wita, Imam terkejut mendengar kabar longsor yang terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.
Mereka yang menjadi korban baru seminggu tinggal di tempat tersebut.
Saat ini, pihak berwenang masih berupaya mencari satu orang yang hingga kini belum ditemukan, dan situasi ini menambah kedalaman kesedihan bagi keluarga dan masyarakat.
Upaya pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa