Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Longsor di Desa Pikat Klungkung Tewaskan Empat Orang, Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 21 Januari 2025 | 17:00 WIB
Istri dan keluarga korban I Wayan Mudiana. 
Istri dan keluarga korban I Wayan Mudiana. 

JEMBRANAEXPRESS.COM – Musibah longsor di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Minggu (19/1) telah menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Baca Juga: Berturut-turut Sejak Tahun 2023 Tak Dapat Siswa Baru, Penutupan SDN Blimbingsari Resmi Dilakukan Januari 2025

Salah satu korban meninggal adalah I Ketut Surata, yang diketahui oleh adiknya, Nengah Lastra, baru setelah kejadian.

Lastra, yang tinggal di Dusun Glogor, Desa Pikat, mengaku jarang berkomunikasi dengan kakaknya yang tinggal di Denpasar.

Ia mendapat kabar duka dari prajuru adat dan desa yang langsung mengunjunginya dan membawanya ke rumah sakit.

Keluarga kini tengah mempersiapkan upacara penguburan.

Nengah Lastra, adik dari korban I Ketut Surata.
Nengah Lastra, adik dari korban I Ketut Surata.

Selain I Ketut Surata, korban meninggal lainnya adalah I Wayan Nata, I Nengah Mertayasa, dan I Wayan Mudiana dari Desa Pesinggahan.

Baca Juga: Desa Menyali, Buleleng: Sukses Olah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Berkualitas, Kalim Bebas Serbuan Lalat Hijau

Korban luka ringan adalah I Ketut Mumbul dan I Wayan Kicen (Desa Pesinggahan), sementara I Gusti Made Ariasa (Beringkit, Badung) mengalami luka berat berupa patah kaki, tangan, dan tulang punggung.

Menurut Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, I Wayan Kicen telah diperbolehkan pulang, sedangkan Ketut Mumbul dan Gusti Made Ariasa masih menjalani perawatan dan operasi karena patah tulang.

Duka mendalam juga dirasakan keluarga I Wayan Mudiana. Istri Mudiana, Ni Nengah Rengkig, masih berduka dan terus menangis sejak menerima kabar tersebut melalui telepon pada hari kejadian.

Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas suaminya yang mengikuti kegiatan spiritual di Pasraman Tirta Sari, Desa Pikat.

Mudiana, seorang buruh bangunan, meninggalkan seorang istri dan tiga anak, salah satunya telah menikah.

Jenazah Mudiana akan dimakamkan di Setra Desa Adat setempat.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#tanah longsor #Duka Mendalam #PIKAT #klungkung #kecamatan dawan