JEMBRANAEXPRESS.COM – Musibah longsor di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Minggu (19/1) telah menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Salah satu korban meninggal adalah I Ketut Surata, yang diketahui oleh adiknya, Nengah Lastra, baru setelah kejadian.
Lastra, yang tinggal di Dusun Glogor, Desa Pikat, mengaku jarang berkomunikasi dengan kakaknya yang tinggal di Denpasar.
Ia mendapat kabar duka dari prajuru adat dan desa yang langsung mengunjunginya dan membawanya ke rumah sakit.
Keluarga kini tengah mempersiapkan upacara penguburan.
Selain I Ketut Surata, korban meninggal lainnya adalah I Wayan Nata, I Nengah Mertayasa, dan I Wayan Mudiana dari Desa Pesinggahan.
Korban luka ringan adalah I Ketut Mumbul dan I Wayan Kicen (Desa Pesinggahan), sementara I Gusti Made Ariasa (Beringkit, Badung) mengalami luka berat berupa patah kaki, tangan, dan tulang punggung.
Menurut Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, I Wayan Kicen telah diperbolehkan pulang, sedangkan Ketut Mumbul dan Gusti Made Ariasa masih menjalani perawatan dan operasi karena patah tulang.
Duka mendalam juga dirasakan keluarga I Wayan Mudiana. Istri Mudiana, Ni Nengah Rengkig, masih berduka dan terus menangis sejak menerima kabar tersebut melalui telepon pada hari kejadian.
Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas suaminya yang mengikuti kegiatan spiritual di Pasraman Tirta Sari, Desa Pikat.
Mudiana, seorang buruh bangunan, meninggalkan seorang istri dan tiga anak, salah satunya telah menikah.
Jenazah Mudiana akan dimakamkan di Setra Desa Adat setempat.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa