JEMBRANAEXPRESS.COM - Jenazah I Nyoman Sudiana, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Canggu, Kuta Utara, yang meninggal di Jepang, berhasil dipulangkan ke tanah air.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung memfasilitasi pemulangan ini dengan menyiapkan ambulans di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Setibanya di Bali, jenazah almarhum akan dititipkan sementara di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada.
Kepala Disperinaker Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, menyatakan bahwa pihaknya menerima surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo mengenai pemulangan jenazah I Nyoman Sudiana.
"Kami menyiapkan ambulans untuk membawa jenazah dari Bandara Ngurah Rai ke RSD Mangusada, dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.30 Wita," ujarnya.
Jenazah akan dititipkan hingga 26 Januari 2025 sebelum dikremasi di Krematorium Desa Beda, Tabanan pada pukul 09.30 Wita.
Proses pemulangan jenazah tidak berjalan mudah, terutama terkait biaya yang cukup besar.
Namun, berkat gotong-royong komunitas warga Bali di Jepang, serta bantuan Kedutaan Besar RI di Tokyo, kendala ini dapat diatasi.
"Proses administrasi di Jepang memerlukan waktu, termasuk pencabutan berkas di kepolisian dan izin dari rumah sakit, tetapi akhirnya semua dokumen rampung," jelas Merthawan.
I Nyoman Sudiana, 59 tahun, meninggal di Jepang pada 16 Desember 2024 akibat penyakit.
Statusnya sebagai overstayer dan pekerja nonprosedural membuat tidak ada perusahaan atau agen yang bertanggung jawab atas pemulangan.
Baca Juga: Dugaan Penyelundupan Ratusan Satwa Reptil Dilindungi Digagalkan Barantin di Merauke Papua Selatan
Kendati demikian, KBRI Tokyo bersama masyarakat Indonesia di Jepang berhasil menggalang dana pemulangan yang mencapai Rp 90 juta, dimana 50 persen biaya tersebut ditanggung oleh KBRI dan sisanya oleh keluarga serta komunitas warga Bali di Jepang.
"Koordinasi dengan pihak keluarga telah dilakukan, termasuk mendatangi rumah duka di Jepang," pungkas Merthawan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa