Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Potret Jalan Gajah Mada Tabanan: Jantung Ekonomi dan Sejarah Komunitas Tionghoa, Jualan Obat-Obatan Herbal “Obat Cina” Jadi Komoditi Utama

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 25 Januari 2025 | 11:25 WIB
MASIH ADA : Salah satu toko kelontong sebagai potret komunitas tionghoa di jalan Gajah Mada Tabanan yang tetap eksis hingga saat ini, Jumat (24/1/2025).
MASIH ADA : Salah satu toko kelontong sebagai potret komunitas tionghoa di jalan Gajah Mada Tabanan yang tetap eksis hingga saat ini, Jumat (24/1/2025).

JEMBRANAEXRESS.COM – Jalan Gajah Mada di Kota Tabanan bukan hanya pusat perekonomian, tetapi juga menyimpan sejarah panjang bagi komunitas Tionghoa di Kabupaten Tabanan.

Menurut Liem Surya Adinata, Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, jalan ini menjadi titik awal terbentuknya perkumpulan warga Tionghoa di Tabanan selama empat generasi.

Baca Juga: Nelayan di Pemuteran Temukan Puluhan Penyu Berukuran Besar, Polres Buleleng Dalami Keterkaitan Dengan Kasus Penyelundupan di Jembrana

"Dari cerita para tetua, terbentuknya perkumpulan masyarakat Tionghoa di Kabupaten Tabanan dimulai dari Jalan Gajah Mada ini. Sebab, awal kedatangan warga Tionghoa ke Tabanan sebagian besar untuk mencari peruntungan di jalan ini," jelasnya Jumat (24/1/2025).

Menurut Liem Surya, awal mula kedatangan warga Tionghoa terjadi pada awal tahun 1900-an.

Pada saat itu, mereka datang ke Jalan Gajah Mada Tabanan untuk berdagang.

Warga Tionghoa yang tiba di sana sudah menetap di Bali, tepatnya di tempat-tempat seperti Klungkung, Singaraja, dan Denpasar.

MASIH ADA : Salah satu toko kelontong sebagai potret komunitas tionghoa di jalan Gajah Mada Tabanan yang tetap eksis hingga saat ini, Jumat (24/1/2025).
MASIH ADA : Salah satu toko kelontong sebagai potret komunitas tionghoa di jalan Gajah Mada Tabanan yang tetap eksis hingga saat ini, Jumat (24/1/2025).

Jenis dagangan yang dijual oleh warga Tionghoa cukup beragam.

"Namun, ciri khas mereka adalah obat-obatan herbal, yang sering disebut obat China, dan berbagai peralatan rumah tangga atau toko kelontong," lanjutnya.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Jembrana Hentikan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pasutri Warga Desa Yehembang Melalui Restorative Justice

Selain berdagang, warga Tionghoa pada masa itu juga menetap di sekitar Jalan Gajah Mada Tabanan karena banyak dari mereka sudah memiliki toko atau rumah sebagai tempat tinggal.

Oleh karena itu, berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tradisi dan budaya khas Tionghoa juga dipusatkan di sekitar jalan ini.

 

Termasuk perayaan keagamaan dan tradisi seperti Imlek, yang dilakukan di sekitar Jalan Gajah Mada, salah satunya di Kongco Bio Vihara Dharma Cattra Tabanan.

Ini dibangun sebagai tempat persembahyangan bagi warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan.

"Seiring dengan perkembangan zaman, hingga kini kami masih melaksanakan perayaan tradisi di Kongco Bio Vihara Dharma Cattra Tabanan yang berada dekat Jalan Gajah Mada, karena jalan ini merupakan cikal bakal komunitas Tionghoa di Tabanan," ungkapnya.

Baca Juga: Pekerja Proyek Villa di Pulukan Meninggal Dunia Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Pulukan, Keluarga di Jember Terima Sebagai Musibah

Untuk aktivitas bisnis, Liem Surya mengakui bahwa banyak warga Tionghoa masih aktif berdagang di toko-toko di Jalan Gajah Mada.

"Banyak warga Tionghoa yang aktif berdagang di sini hingga saat ini, meskipun pengelolaannya sekarang dilakukan oleh generasi muda," pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#obat cina #herbal #tabanan #obat-obatan #komunitas tionghoa #jalan gajah mada