Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Proyek Penataan Keretakan Tebing di Pura Luhur Uluwatu Ditarget Rampung Pebruari 2025, Progres Saat Ini 3.000 Beton Tripod Telah Terpasang

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 27 Januari 2025 | 16:26 WIB
Proses pengerjaan penataan keretakan tebing Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan
Proses pengerjaan penataan keretakan tebing Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan

JEMBRANAEXPRESS.COM - Proyek penataan keretakan tebing di Pura Luhur Uluwatu, yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir, kini mencapai tahap akhir.

Progres pengerjaan proyek ini telah mencapai 90 persen, dan diharapkan selesai pada awal Februari 2025.

Baca Juga: Libur Panjang Imlek, 30 Kapal Disiapkan Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, Polisi Perketat Penjagaan Pintu Masuk Bali

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, AA Rama Putra, menyatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pemasangan beton tripod untuk pengamanan tebing.

Hingga kini, sekitar 3.000 beton tripod telah terpasang.

“Sekarang kami berada dalam tahap pemasangan tripod, dengan sekitar 3.000 tripod yang sudah terpasang. Progres kami mencapai sekitar 90 persen,” ungkap Gung Rama pada Minggu (26/1/2025).

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Jalur Tengkorak Tabanan: Truk Hantam Warung di Desa Megati Hancurkan Rombong Dagangan, Kerugian Capai Puluhan Juta

Prioritas utama dari proyek ini adalah penanganan keretakan tebing, yang diutamakan melalui pembuatan dinding pengaman.

Setelahnya, proyek akan berlanjut dengan pengaspalan jalan inspeksi.

“Kami mendahulukan penanganan retakan tebing, baru kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan jalan inspeksi,” jelasnya.

Selain perbaikan tebing, proyek ini juga mencakup empat pekerjaan utama lainnya, termasuk pembangunan jalan akses menuju pantai untuk mempermudah inspeksi dan pemeliharaan, serta pelindungan dinding tebing dari deburan ombak.

Salah satu langkah penting adalah penyuntikan filler atau beton pada keretakan tebing.

Baca Juga: Amor Ing Acintya, Kecelakaan Maut di Traffic Light Benoa Square: Dua Pengendara Motor Meninggal Dunia

“Pembenahan juga mencakup renovasi Pura Beji sebagai bagian dari pemeliharaan situs suci,” tambahnya.

Gung Rama menjelaskan bahwa pekerjaan struktur di bawah Pura Uluwatu telah mencapai 700 meter persegi.

Tim yang terlibat dalam proyek ini menggunakan berbagai teknik pengamanan yang melibatkan tenaga ahli dari Bandung dan Lombok.

“Pekerjaan ini melibatkan risiko tinggi. Kami harus sangat hati-hati karena ini adalah pura jagat yang sangat dihormati,” tuturnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Kalah, Indra Sjafri Bakal Rotasi Beri Kesempatan Pemain Yang Belum Sempat Tampil

Pihaknya menekankan bahwa pelaksanaan proyek ini memperhatikan aspek spiritual, sesuai dengan tradisi Hindu Bali.

Ia juga meminta doa dari masyarakat Bali dan Indonesia agar proyek ini berjalan lancar tanpa kendala.

“Upacara adat seperti pekelem dan persembahan canang segehan sudah dilakukan untuk menjaga keseimbangan sekala-niskala,” imbuhnya.

Sebagai informasi, proyek ini resmi bernama Pembangunan Seawall dan Bangunan Pengaman Pantai Lainnya - Penanganan Tebing Retak di Pura Uluwatu.

Dengan anggaran mencapai Rp 78,6 miliar, proyek ini bersumber dari APBD Badung.

Baca Juga: Miris! Puluhan Ekor Penyu Selundupan Alami Luka Tusuk Pada Flipper Depan Kiri dan Kanan, Dilakukan Para Pemburu Agar Penyu Tidak Berontak

Dengan adanya proyek ini, diharapkan tidak hanya keretakan tebing yang dapat teratasi, tetapi juga kelestarian Pura Luhur Uluwatu sebagai situs suci tetap terjaga dengan baik.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#rampung #Tebing Uluwatu Retak #Retakan #badung