JEMBRANAEXPRESS.COM - Gapura Tapal Batas yang baru dipasang di empat perbatasan Kabupaten Tabanan mendapat sorotan tajam dari warganet.
Pasalnya, tulisan di gapura yang berbentuk Jineng (tempat penyimpanan padi) tersebut menggunakan warna merah, sama dengan latar belakangnya.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, karena tulisan merah di atas latar merah membuatnya sulit dibaca.
Sejak dibangun pada September 2024, gapura ini terus menjadi topik hangat di media sosial.
Gelombang kritik datang dari berbagai kalangan, salah satunya melalui akun media sosial @WindiChannel.
Menanggapi hal ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, langsung memberikan respon.
Dalam postingannya, Sanjaya berjanji akan mengubah warna tulisan yang menjadi perbincangan.
Selain itu, ia juga mempresentasikan desain baru tapal batas yang menggunakan huruf biasa dengan warna putih.
"Banyak masukan dari masyarakat, tulisan akan diubah menjadi warna putih agar lebih jelas terlihat. Terima kasih atas masukannya, astungkara Tabanan lebih baik lagi," tulis Sanjaya.
Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, menyatakan pihaknya berencana untuk mengganti warna tulisan di gapura tersebut.
"Desain awal memang seperti itu, namun setelah review dengan Bapak Bupati, memang beliau meminta untuk menggantinya," jelasnya melalui pesan WA.
Ketika ditanya kapan perubahan warna tersebut akan dilakukan, Dedy belum dapat memastikan waktunya, namun ia menegaskan bahwa perubahan akan dilakukan secepat mungkin.
"Kami akan segera lakukan perubahan. Tulisan akan diganti menjadi warna putih," tambahnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan tapal batas wilayah Kabupaten Tabanan telah selesai.
Namun, proyek yang dilaksanakan oleh Dinas PUPRPKP Tabanan ini mendapatkan kritik dari masyarakat, terutama karena desain yang didominasi warna merah, termasuk tulisan 'Selamat datang di Kabupaten Tabanan' yang sulit terbaca saat siang hari.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa