JEMBRANAEXPRESS.COM - Video penculikan yang dialami seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman video yang diduga bersumber dari dash cam depan dan belakang mobil korban terlihat jelas dua kendaraan menutup laju mobil korban.
Sebuah mobil toyota vellfire hitam yang dilengkapi strobo datang dari arah depan, sedangkan dari belakang ada mobil toyota inova hitam yang juga dilengkapi strobo menutup ruang gerak mobil korban.
Kedua mobil, berisi beberapa orang berpakaian hitam dengan tulisan "Polisi" dibagian dada mereka lengkap dengan penutup kepala.
Kombespol Ariasandy, Kabid Humas Polda Bali, mengonfirmasi adanya laporan penculikan dan tindak pidana pemerasan.
"Ada sembilan orang WNA yang terlibat, berasal dari Rusia, Uzbekistan, dan Ukraina. Polda Bali memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan berusaha untuk mengungkapnya," ujarnya Kamis (30/1/2025).
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), dengan tiga surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang telah disampaikan kepada pelapor.
Polisi juga telah melakukan pra-rekonstruksi dua kali di lokasi kejadian.
Baca Juga: Bupati Tamba Ajak Masyarakat Perkuat Pemahaman Agama di Hari Suci Siwaratri
Polda Bali berkoordinasi dengan Hubinter Mabes Polri dan konsulat para terlapor untuk memanggil mereka memberikan keterangan.
Meskipun telah dua kali dilayangkan panggilan, hingga saat ini mereka belum hadir.
Mengenai seragam yang dikenakan oleh para pelaku, Ariasandy mengungkapkan bahwa siapa pun dapat membeli pakaian bertuliskan "Polisi" yang mudah ditemukan di pasaran, sehingga tidak menjamin bahwa mereka adalah anggota kepolisian.
Namun, pihaknya akan mendalami masalah ini lebih lanjut.
"Kami berharap para terlapor kooperatif dan mau datang untuk memberikan keterangan, agar kasus ini dapat terungkap. Jika tidak, ada mekanisme lanjutan yang akan dilakukan," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, sekelompom orang berpakaian serba hitam dan bersenjata lengkap itu diduga juga merupakan WNA. Mereka langsung keluar dari kendaraan masing-masing dan menyerang mobil korban bak film-film action di tv.
Dalam video yang beredar di media sosial, terdengar suara dentuman yang disertai serpihan kaca dari mobil yang pecah.
Korban dipaksa masuk ke mobil pelaku sambil diborgol dan diciderai. Korban dibawa ke sebuah villa di Jimbaran, sebelum dipindah ke Ubud, Gianyar.
Sumber Jembrana Express (Jawa Pos Group) mengatakan bahwa kelompok tersebut memaksa korban untuk menyerahkan akses ke akun crypto dan mengambil dana sebesar 214.424 USD (sekitar Rp 3,2 miliar).
Beruntung, Ikorban berhasil melarikan diri dan mendapatkan bantuan dari warga setempat saat disekap di Ubud.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa