JEMBRANAEXPRESS.COM - Desa Sibetan di Kecamatan Bebandem, Karangasem, telah dikenal sebagai salah satu penghasil salak di Gumi Lahar.
Tekstur tanah di daerah ini sangat cocok untuk penanaman buah salak, sehingga mayoritas warga setempat menjadi petani salak.
Saat ini, agro wisata salak telah berkembang di beberapa titik di desa ini.
Di balik kesuksesan tersebut, sosok I Nyoman Mastra muncul sebagai tokoh penggagas agro wisata.
Nyoman Mastra memulai pengembangan Agro Wisata Abian Salak sejak tahun 2011. Pada saat itu, belum ada tempat serupa di Sibetan.
“Saya bisa dikatakan menjadi yang pertama untuk mendirikan agro wisata di sini," ujarnya.
Inspirasi Nyoman untuk membangun Agro Wisata Abian Salak bermula dari pengalamannya bekerja di sektor pariwisata.
Banyak wisatawan yang tertarik membahas tentang salak, tetapi masih kurang informasi mendalam.
"Sebagai petani salak sejak kecil, saya terdorong untuk menciptakan tempat yang dapat berbagi pengetahuan tentang salak kepada wisatawan," lanjut pria yang memiliki tiga orang anak tersebut.
Seiring waktu, Agro Wisata Abian Salak mulai menarik minat wisatawan, dan hal ini mendorong orang lain untuk membangun agro wisata di Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem.
Selain memberikan informasi kepada wisatawan, Agro Wisata Abian Salak juga telah meluncurkan berbagai produk berbasis salak.
"Kami menawarkan kopi dari biji salak, teh dari kulit salak, dan salak yang dapat diolah menjadi produk mirip kurma," tambahnya.
Ke depan, pria asal Dusun Kalanganyar, Desa Sibetan, berharap adanya museum salak di daerah tersebut.
Hal ini memerlukan perhatian dari pemerintah setempat.
"Museum ini dapat menjadi tempat untuk menyimpan buku-buku tentang berbagai jenis salak dan informasi terkait lainnya, karena jenis salak di sini sangat beragam," harapnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa