JEMBRANAEXPRESS.COM – Angin kencang dilaporkan tidak hanya melanda kawasan daratan di Kabupaten Tabanan, tetapi juga kawasan pesisir bagian selatan.
Di perairan ini, angin kencang berpotensi menjadi badai tropis yang membahayakan kegiatan nelayan.
Ketua Paguyuban Nelayan Bali, Ketut Arsana Yasa, mengingatkan adanya risiko badai tropis di perairan selatan Tabanan.
"Kami telah memberikan informasi kepada nelayan untuk waspada saat melaut. Sebaiknya, hingga pekan depan, nelayan mengambil libur sementara," ujarnya.
Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Arsana Yasa menjelaskan bahwa siklon badai tropis dengan angin berkecepatan hingga 100 km/jam tengah terjadi di perairan selatan Bali, bergerak ke arah barat laut.
Dampaknya diperkirakan dirasakan di seluruh kawasan pesisir Tabanan yang terletak di bagian selatan.
Fenomena ini bisa menyebabkan hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, dan badai petir yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama berlangsungnya siklon tropis.
"Menurut perkiraan cuaca, kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga 6 Februari 2025. Setelah itu, cuaca di laut selatan Bali diprediksi mulai normal kembali," tambahnya.
Arsana Yasa juga menyoroti sifat mendadak dari siklon tropis yang sulit diprediksi, sehingga bisa menimbulkan badai secara tiba-tiba di tengah laut.
"Kami berharap nelayan yang memutuskan untuk melaut dapat mempersiapkan diri dengan baik dan selalu waspada. Namun, kami lebih menyarankan agar nelayan libur sementara," tutupnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa