Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Aliran Air Limbah Salah Satu Villa Diduga Penyebab Jebolnya Tebing Pantai Labuan Sait Desa Pecatu Bali

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 7 Februari 2025 | 03:53 WIB
LIMBAH: Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2/2025).
LIMBAH: Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2/2025).

JEMBRANAEXPRESS.COM – Aliran air yang diduga limbah merusak tebing Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (4/2/2025).

Video yang beredar memperlihatkan aliran limbah yang cukup deras mengakibatkan kerusakan pada tebing di kawasan wisata tersebut.

Kejadian ini berpotensi membahayakan wisatawan yang kerap melintas di area tersebut.

Baca Juga: Awal Tahun 2025 Terjadi Tiga Kasus Kebakaran Kendaraan di Jembrana, Damkar Himbau Sediakan APAR

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, membenarkan adanya pembuangan limbah yang diduga menjadi penyebab kerusakan.

“Kejadiannya kemarin, batu di tebing jebol.  Saat ini masih dikaji oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung,” ujar Sumerta saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2025).

BPBD Badung disebutkan telah melakukan peninjauan awal pada Selasa (4/2/2025).

Meskipun pihak terkait telah menutup saluran pembuangan limbah, Sumerta belum dapat memastikan dampak  lengkap dari insiden tersebut dan menyerahkan proses kajian kepada Pemkab Badung.

Lokasi kerusakan berada di sekitar Pantai Labuan Sait, dekat Suarga Villa.  Beruntung, tidak ada korban jiwa.

LIMBAH: Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2/2025).
LIMBAH: Tangkapan layar air yang diduga limbah dari salah satu Villa di Pecatu mengalir ke bawah tebing Pantai Labuan Sait pada Selasa (4/2/2025).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika, menyatakan pihaknya hanya melakukan pengecekan awal dan telah melaporkan kejadian ini kepada DLHK Badung.

“Staf kami sudah ke lokasi dan berkoordinasi dengan desa agar kerusakan segera diperbaiki.  Kami hanya melakukan pengecekan awal, dan telah melaporkan langsung ke Kabid DLHK,” jelasnya.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jembrana Turun, Dua Korban Jiwa di Januari 2025

Sementara itu, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Badung, I Nyoman Sumantra, mengaku belum dapat meninjau lokasi secara langsung karena terkendala akses.

“Saya sudah ke lapangan, tapi tidak diizinkan melihat TKP karena ada tamu di villa,” terangnya. 

Sumantra berencana melakukan pengecekan lanjutan minggu depan bersama DPRD Kabupaten Badung, khususnya Komisi I dan Komisi II.

Sumerta berharap kejadian ini tidak terulang, mengingat lokasi tebing yang cukup tipis dan sering dilalui wisatawan.

Ia telah menyampaikan kekhawatirannya kepada pemerintah daerah agar dilakukan kajian lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa yang berpotensi membahayakan wisatawan.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#Desa Pecatu #tebing #air limbah #Labuan Sait #bali