JEMBRANAEXPRESS.COM - Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem atas keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi.
Sejauh ini, Karangasem masih tercatat sebagai wilayah di Bali yang nihil kasus PMK.
Menurut Suastika, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kesehatan ternak sapi.
"Kami mengapresiasi bahwa Karangasem masih bebas PMK. Keberhasilan ini berkat kerja sama antara masyarakat, jajaran Distan, dan dukungan suplai vaksin dari Pemerintah Provinsi. Semua pihak telah bekerja sama dengan baik sehingga Karangasem mampu menekan kasus PMK," ujar politisi asal Desa Duda Timur pada Selasa (11/2/2025).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas kesehatan hewan dari Distan yang telah bekerja keras melakukan vaksinasi, bahkan langsung mendatangi ternak sapi warga di lokasi-lokasi sulit diakses dan memberikan respons cepat terhadap ternak yang menunjukkan gejala sakit.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, melaporkan bahwa hingga 11 Februari 2025, dari total populasi sapi sebanyak 78.415 ekor, sebanyak 8.250 ekor telah divaksinasi sepanjang tahun ini.
"Stok vaksin tahap II saat ini masih tersedia sebanyak 5.348 dosis. Namun, minggu ini kami menghadapi kendala cuaca buruk, seperti hujan dan angin kencang, yang menghambat pelaksanaan vaksinasi optimal. Hari ini, vaksinasi dilakukan pada 358 ekor sapi," jelas Siki Ngurah.
Distan Karangasem berharap upaya berkelanjutan dengan dukungan masyarakat dan suplai vaksin dari Pemprov Bali dapat terus menjaga Karangasem bebas PMK serta memastikan kesehatan ternak tetap terjaga.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa