JEMBRANAEXPRESS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kecamatan Pekutatan, memberikan makanan bergizi kepada 983 siswa di delapan sekolah.
Program ini didukung oleh dapur sehat yang dikelola oleh Yayasan Pelita Prabu, yang saat ini menggunakan wadah plastik untuk mendistribusikan makanan.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Nasional di Padangkerta Kabupaten Karangasem, Pengendara Diminta Berhati-Hati
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra pada Senin (17/2/2025), mengungkapkan bahwa Jembrana sekarang memiliki dua dapur sehat, termasuk di Pekutatan yang dikelola oleh Yayasan Pelita Prabu sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jembrana sudah memiliki dua dapur sehat, selain di wilayah kota, kini juga ada di Kecamatan Pekutatan oleh Yayasan Pelita Prabu. Hari ini sudah diluncurkan di delapan sekolah," uajrnya.
Dapur sehat di Pekutatan terletak di sebelah Kantor Desa Pekutatan dan telah mendapatkan izin untuk menyediakan hingga 1.000 porsi makanan.
Baca Juga: Propam Polda Bali Dalami Laporan Soal Penyidik Polresta Tak Sita Bukti Kasus Penggelapan SHM
Namun, saat ini baru melayani 983 siswa. "Izin diberikan bertahap sesuai rekomendasi dari BGN," jelas Anom.
Untuk sementara, Yayasan Pelita Prabu menggunakan wadah plastik karena wadah makanan berbahan stainless masih dalam proses pengiriman.
"Informasinya, wadah stainless masih dalam perjalanan. Secara teknis, penggunaan cup plastik ini hanya diperbolehkan selama lima hari dan harus diganti dengan yang baru," tambah Anom.
Baca Juga: Sepekan Operasi Keselamatan Agung 2025 di Jembrana, Ratusan Pengedara Lakukan Pelanggaran Lalulintas
Anom juga mengungkapkan bahwa akan ada evaluasi terhadap menu makanan yang disajikan.
"Saat ini belum ada susu, kami masih menunggu informasi. Kami juga akan mengevaluasi menu lebih lanjut," imbuhnya.
Terkait dapur sehat di wilayah Negara, Anom menyebutkan bahwa pihaknya menerima masukan mengenai alergi siswa terhadap makanan tertentu.
"Yayasan dan BGN akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hal ini," pungkas Anom.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa