Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kerap Jadi Lokasi Bundir, Aparat Desa di Jembatan Tukad Bangkung Bingung: Muncul Usulan Dibuat Seperti Suramadu

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 5 April 2025 | 02:54 WIB
Jembatan Tukad Bangkung Badung kembali heboh paska adanya perempuan Buleleng yang lakukan bundir.
Jembatan Tukad Bangkung Badung kembali heboh paska adanya perempuan Buleleng yang lakukan bundir.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Tragedi bunuh diri (Bundir) kembali terjadi di Jembatan tertinggi di Bali yang membentang diatas Tukad Bangkung, Petang Badung.

 

Jembatan Tukad Bangkung menghubungkan Desa Pelaga dan Belok Sidan, Kecamatan Petang Badung.

 

Tragedi Bundir yang dilakukan Perempuan asal Buleleng pada Kamis (3/4/2025) menambah daftar panjang tragedi serupa yang terjadi di jembatan Tukad Bangkung.

 

Padahal, belum genap sebulan sejak peristiwa serupa menimpa seorang anggota polisi dari Polda Bali.

Menanggapi kondisi ini, Plt Camat Petang, AA Ngurah Darma Putra, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menghadap Bupati Badung untuk memperoleh arahan lebih lanjut.

 

Ia menyebut, saat kasus bunuh diri sebelumnya terjadi pada pertengahan Maret 2025, Pemerintah Kabupaten Badung telah menggelar upacara pecaruan sebagai upaya niskala.

Namun untuk kejadian terbaru, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan daerah.

 

“Kami berencana segera menghadap Bapak Bupati untuk meminta petunjuk. Kejadiannya sudah terlalu sering. Untuk upacara pecaruan atas peristiwa tadi malam belum dilakukan karena masih sangat baru, tetapi sudah kami laporkan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (4/4/2025).

 

Selain itu, prajuru dari dua desa yang terhubung oleh jembatan tersebut, yakni Desa Pelaga dan Belok Sidan, turut mengusulkan penambahan infrastruktur sebagai langkah pencegahan.

Di antaranya adalah pemasangan trali besi di sepanjang jembatan, seperti yang diterapkan di Jembatan Suramadu.

 

“Banyak usulan dari kedua desa, salah satunya pemasangan pagar pengaman. Tapi tentu kami menunggu arahan dari Bapak Bupati. Kami siap menghadap, tinggal menunggu jadwal,” tambah Darma Putra.

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Badung, I Nyoman R. Karyasa, menjelaskan bahwa usulan perbaikan infrastruktur masih dalam tahap koordinasi, mengingat Jembatan Tukad Bangkung berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

 

“Kami masih akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk menentukan langkah yang tepat. Kalau usulannya pemasangan jaring pengaman, perlu dipertimbangkan desainnya agar tetap sesuai standar dan tidak mengganggu pengguna jalan,” terangnya.(*)

 

Editor : Suharnanto
#suramadu #bunuh diri #bundir #Tukad bangkung #badung