Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Cerita Istri Mang Amo, NelayanJembrana yang Jasadnya Terapung di Selat Bali, “Krisna, Krisna, Krisna… sini cari Bapak, sini… Bapak sudah naik,”

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 7 April 2025 | 04:15 WIB
Ketut Sumardiasih (istri korban) saat ditemui di RSU Negara.
Ketut Sumardiasih (istri korban) saat ditemui di RSU Negara.

JEMBRANAEXPRESS.COM- Penemuan jasad I Komang Soma Merta atau Mang Amo ,37, di Selat Bali menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Desa Tegal Badeng Barat, Jembrana.

 

Ketut Sumardiasih istri Mang Amo mengaku telah menanti kepulangan suaminya sejak 22 Maret 2025 dari melaut di perairan Perairan Perancak Jembrana.

 

Sang anak, Krisna—masih duduk di bangku sekolah dasar sempat bercerita pada Sumardiasih pada malam harinya bermimpi didatangi ayahnya. 

“Krisna, Krisna, Krisna… sini cari Bapak, sini… Bapak sudah naik.” Cerita Sumardiasih saat ditemui di RSU Negara, Minggu (6/4/2025).

 

Wajah jasad Mang Amo saat ditemukan dalam kondisi rusak kena terjangan air laut, tapi Sumardiasih tahu itu suaminya.

 

Ia mengenali gelang tridatu yang ia sendiri yang pernah pasangkan, dan gelang karet hitam di lengan kiri yang selalu dikenakan Mang Amo. “Tidak salah lagi… itu dia,” ucapnya.

Mang Amo ditemukan oleh sesama nelayan di perairan Gilimanuk. Proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim gabungan dari Polairud Polres Jembrana bersama Basarnas, sebelum jenazah dibawa ke RSU Negara.

 

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, menyampaikan bahwa identitas korban berhasil dipastikan melalui keterangan istri korban, Ketut Sumardiasih.

 

Meski kondisi wajah korban rusak, keluarga mengenali Mang Amo dari ciri fisik serta gelang yang dikenakan.
Baca Juga: Identitas Terungkap, Keluarga Mang Amo Ungkap Mimpi Anak Sebelum Ayahnya Ditemukan Mengapung di Selat Bali

“Gelang tridatu itu saya sendiri yang memakaikan di tangannya. Suami saya juga selalu mengenakan gelang karet hitam di lengan kiri,” ungkap Sumardiasih.

 

Sayangnya, identifikasi lewat sidik jari tidak dapat dilakukan akibat kerusakan pada bagian jari korban.

 

Namun, pengakuan dari kakak korban, Made Wisana, serta istri korban memperkuat keyakinan bahwa jenazah tersebut memang Mang Amo.

Peristiwa tragis ini berawal pada 22 Maret 2025, saat Mang Amo hilang di laut usai mencoba memperbaiki katir sampan fiber miliknya yang terlepas di kawasan Pantai Muara Perancak.

 

Nahas, ombak besar menggulung dan menyeret tubuhnya hingga tak terlihat lagi.

 

Mang Amo meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih bersekolah di jenjang SMP dan SD. Prosesi pengabenan tengah dirundingkan oleh pihak keluarga, sementara suasana duka masih menyelimuti rumah duka di Jembrana.(*)

 

Editor : Suharnanto
#selat bali #jasad #jembrana #terapung