Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Puluhan Siswa MAN 1 Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis, Sepontan Netizen Plesetkan Singkatan MBG

Suharnanto • Rabu, 23 April 2025 | 02:05 WIB

 

Salah satu menu program MBG untuk siswa.
Salah satu menu program MBG untuk siswa.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Alih-alih memberi manfaat kesehatan bagi siswa, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru menuai sorotan.

 

Hal itu terjadi setelah belasan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur mengalami dugaan keracunan makanan, Senin (21/4/2025) setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis.

 

Insiden bermula saat sekitar pukul 12.00 WIB, siswa menerima paket makan siang MBG yang terdiri dari mie goreng, ayam suwir, tempe mendoan, dan semangka.

Tak disangka, dua jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga diare.

 

Kondisi ini sontak memicu kepanikan. Sekitar pukul 15.00 WIB, para orang tua berbondong-bondong datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka yang tampak lemah dan tak nyaman.

“Saat anak saya menelepon, dia bilang merasa mual dan meminta dijemput segera,” kata salah satu wali murid.

 

Data sementara mencatat sedikitnya 30 siswa menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

 

Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat pendataan terus berlangsung.

 

Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar ini malah menuai kritik tajam, terutama di media sosial.

 

Tagar-tagar bernada sinis pun bermunculan. Salah satunya dari akun @mini_****r yang menyindir, “Dulu masalahnya di pembayaran vendor, sekarang kualitas makanan? MBG ini malah jadi Makan Beracun Gratis.”

Tak hanya itu, akun @el_u****a turut membagikan daftar daerah yang mengalami kasus serupa, mulai dari Nganjuk, Sukoharjo, Nunukan, hingga Pandeglang dan Cianjur.

 

Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap vendor penyedia makanan MBG.

 

Dugaan sementara, masalah keterlambatan pembayaran vendor membuat kualitas makanan menurun, dan pada akhirnya membahayakan siswa yang menjadi penerima manfaat.

Desakan untuk mengevaluasi secara menyeluruh program Makan Bergizi Gratis pun semakin kuat.

 

Banyak pihak meminta agar pelaksanaan program ini tidak hanya dilanjutkan begitu saja, melainkan juga diperbaiki dari sisi pengawasan, mutu makanan, dan transparansi pelaksanaannya.(*)

 

Editor : Suharnanto
#keracunan #cianjur #Makan Bergizi Gratis #Mbg