Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Laut Selatan Malang Kembali Renggut Nyawa, Dua Nelayan Lombok Tewas Tersapu Ombak

Putu Mita Damayanti • Senin, 28 April 2025 | 01:40 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah nelayan yang meninggal terseret ombak pantai selatan Malang.
Petugas mengevakuasi jenazah nelayan yang meninggal terseret ombak pantai selatan Malang.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Gelombang besar di pesisir selatan Kabupaten Malang Jawa Timur kembali memakan korban jiwa dua orang nelayan.

 

Dua orang nelayan asal Lombok Timur, Suparman ,44, dan Sahnan ,35, ditemukan meninggal dunia setelah dihantam ombak saat mencari ikan karang di sekitar Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Malang pada Sabtu dini hari (26/4/2025).

 

Kedua nelayan tersebut sempat berjuang di atas karang sebelum akhirnya terseret ke laut.

Sementara itu, dua rekan mereka, Zulpa Komandani ,22, dan Mujenan ,44, berhasil selamat meski sempat dihantam gelombang dan bertahan dengan berpegangan pada batu karang.

 

Empat nelayan tersebut berangkat dari Pantai Kondangbuntung, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Jumat sore (25/4/2025), menggunakan speed boat bermesin ganda berwarna merah dengan tulisan "Air Asia".

Mereka baru tiba di lokasi saat senja menjelang malam.

 

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, Suparman dan Sahnan turun ke karang untuk mencari ikan menggunakan busur panah.

 

Namun, cuaca yang memburuk tiba-tiba — disertai ombak tinggi dan angin kencang — membuat keduanya tersapu air laut.

 

Tubuh Suparman ditemukan mengambang sekitar pukul 03.30 dalam kondisi tidak bernyawa.

Pencarian terhadap Sahnan dilanjutkan pagi harinya oleh tim gabungan dari nelayan, SAR, dan polisi. Jenazah Sahnan baru ditemukan sekitar pukul 13.00, satu kilometer dari lokasi awal, tepatnya di Pantai Selok.

 

Kedua korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Saiful Anwar (RSSA) untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Namun hingga pukul 18.10, jenazah Sahnan belum tiba di instalasi.

Adapun speed boat yang mereka gunakan kini diamankan polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

 

"Kalau semua prosedur sudah selesai, kapal akan kami kembalikan ke pemiliknya," ujar Bambang.(*)

 

Editor : Suharnanto
#laut selatan #renggut nyawa #malang #tersapu ombak #nelayan #kecelakaan #polres