Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

KM Anugrah Agung Terpaksa Putar Balik di Tengah Pelayaran ke Kumai, Terungkap Setelah Sampai di Pelabuhan Bawean Gresik

Putu Mita Damayanti • Kamis, 1 Mei 2025 | 00:10 WIB
Anggota Polairud Pelabuhan Bawean Gresik menurunkan jenazah ABK yang meninggal di kapal.
Anggota Polairud Pelabuhan Bawean Gresik menurunkan jenazah ABK yang meninggal di kapal.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Baso Abas ,62, warga Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kota Cirebon, ditemukan meninggal di atas kapal.

 

Peristiwa ini terjadi pada Senin pagi (28/4/2025), ketika ABK KM Anugrah Agung tersebut tengah berlayar menuju Kumai.

 

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polres Gresik, Iptu Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 05.00 WIB mengenai ABK yang ditemukan tak bernyawa di dalam kabin kapal.

“Kapal ini mengangkut pupuk dari Pelabuhan Gresik dengan tujuan Kumai, dan membawa 17 ABK serta seorang nahkoda bernama Abjar Hantuma. Saat dipanggil untuk salat, korban tak merespons. Setelah pintu kamarnya dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur,” ujar Iptu Arifin, Selasa (29/4/2025).

 

Usai penemuan jenazah, nahkoda KM Anugrah Agung memutuskan untuk memutar arah dan menuju Pulau Bawean Gresik guna proses evakuasi.

Sesampainya di darat, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Umar Mas’ud Bawean untuk dilakukan pemeriksaan medis.

 

Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit bawaan, mengingat usianya yang sudah lanjut.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi para ABK, terutama yang lanjut usia dan memiliki riwayat medis tertentu, demi menjamin keselamatan selama berada di tengah lautan.(*)

 

Editor : Suharnanto
#meninggal #abk #anak buah kapal #gresik