JEMBRANAEXPRESS.COM-Galuh Widy,26, pelaku pembunuhan Remi Yuliana Putri ,36, di Denpasar Bali benar-benar kejam dan sadis.
Bagaimana tidak, sebelum terjadi pembunuhan, Galuh masih bisa bersikap baik, ramah terhadap korban yang telah dipacari 1,5 tahun lalu.
Dari pemeriksaan penyidik terungkap, di hari nahas itu, pelaku mengajak jalan korban seolah tidak ada persoalan bahkan tidak disangka kalau hari itu, Kamis (1/4/2025) hari terakhir bagi Remi.
Perempuan asal Surabaya itu nurut aja diajak Galuh bertemu di sebuah minimarket di kawasan Jalan Mahendradatta, Denpasar.
Keduanya datang dengan mobil masing-masing—korban mengendarai Daihatsu Terios merah maroon, sementara Galuh membawa Avanza.
Galuh lantas mengajak Remi membeli makanan cepat saji secara drive-thru di kawasan Jimbaran, dan mereka makan bersama di dalam mobil.
Setelah itu, keduanya menuju Jalan Goa Gong, Jimbaran. Di tempat sepi tersebut, pelaku dan korban terlibat pertengkaran hebat.
Tersulut emosi, Galuh langsung menusuk leher kiri Remi dengan pisau yang telah disiapkan hingga korban terkulai bersimbah darah.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian memindahkan tubuh korban dari kursi depan ke kursi belakang mobil, dengan posisi pisau masih tertancap di leher.
Ia kemudian menyetir mobil korban ke Jalan Kerta Dalem, tempat biasa teman korban memarkir kendaraan.
Di lokasi itu, pelaku memarkir mobil di depan rumah kosong dan meminta temannya menjemputnya.
“Dia sengaja bawa ke sana agar tidak mencurigakan, seolah-olah mobil hanya dititipkan,” ungkap Kasat Reskrim Polreta Denpasar Kompol Laorens.
Setelah meninggalkan korban tak bernyawa di dalam mobil, Galuh kabur ke kampung halamannya di Sragen, lalu mencoba melarikan diri ke Jakarta.
Namun tim gabungan dari Reskrim Polsek Denpasar Selatan dan Jatanras Polresta Denpasar berhasil menangkapnya di Solo.
Saat hendak ditangkap, pelaku melawan dan menabrak polisi, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kakinya.(*)
Editor : Suharnanto