Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Siapa Komang Alam Sutawan? Kisah Hidup Korban Meninggal di Arena Tajen Songan Kintamani Diungkap Sahabatnya Nyoman Wihendi

Rika Riyanti • Senin, 16 Juni 2025 | 00:38 WIB
Komang Alam atau Komang Toris semasa hidup.
Komang Alam atau Komang Toris semasa hidup.

JEMBRANAEXPRESS.COM –Kisah hidup Komang Alam Sutawan atau Komang Toris, korban meninggal di arena tajen Songan, Kintamani sungguh tragis.

 

Pria kelahiran Desa Madenan, Tejakula, Buleleng itu meninggal mengenaskan beberapa pekan sebelum melangsungkan pernikahan.

 

Sekitar 20 hari lalu, Komang Alam sempat berkata kepada sahabat lamanya, Nyoman Wihendi, “Hari ini mungkin jadi hari terakhir saya boncengan.”

Ucapan itu kini terasa seperti firasat. Wihendi, yang juga Kepala Dusun Kelodan, Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, mengenang kalimat itu dengan suara bergetar.

 

Meski secara administratif tercatat sebagai warga Desa Songan, Komang Toris memiliki akar yang dalam di Desa Madenan.

 

Ibunya berasal dari sana, dan masa kecilnya ia habiskan di desa tersebut sebelum pindah ke Songan Kintamani pada usia 29 tahun setelah diangkat anak oleh pamannya. Bagi warga Madenan, ia tetaplah keluarga.

“Dia bukan hanya sahabat, tapi sudah seperti adik kandung,” tutur Wihendi.

 

 

Dikenal sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Komang Toris memiliki karakter yang disegani. Ia bukan tipikal orang yang suka cari masalah.

 

Sebaliknya, ia selalu berada di barisan depan saat teman atau keluarganya membutuhkan perlindungan.

Di lingkungan sosial, ia aktif membantu saat ada upacara adat dan kegiatan sosial. Ia pun dikenal sangat hormat kepada orang tua dan sayang terhadap adik-adiknya.

 

Komang Alam tengah mempersiapkan pernikahan dengan kekasihnya. Sesi foto prewedding sudah dilakukan, dan segala persiapan telah hampir rampung.

 

Rencana sempat tertunda karena upacara kematian di keluarga calon mempelai perempuan. Namun mereka tetap berharap bisa menikah pada bulan ini.

Sebagai bentuk tradisi dan penggalangan dana, ia sempat menggelar tajen (sabung ayam). Namun menurut Wihendi, Komang bukanlah seorang petarung ayam sejati.

 

Ia lebih sering hadir sebagai penjaga ketertiban di arena tajen daripada sebagai peserta.

 

Tak ada yang menyangka, rencana pernikahan berubah menjadi peristiwa tragis di arena tajen Desa Songan, Kintamani.(*)

Editor : Suharnanto
#kintamani #songan #Komang Alam Sutawan #korban meninggal #arena tajen #Komang Alam #Komang Toris #Nyoman Wihendi #pernikahan