Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sosok Komang Alam Dibongkar Habis Kepala Dusun di Buleleng, Ternyata Kepribadian Korban di Arena Tajen Songan Kintamani Seperti Ini

Suharnanto • Senin, 16 Juni 2025 | 06:20 WIB

 

Almarhum Komang Alam atau Komang Toris .
Almarhum Komang Alam atau Komang Toris .

JEMBRANAEXPRESS.COM – Tragedi berdarah yang menewaskan Komang Alam Sutawan alias Komang Toris di arena tajen Songan Kintamani menyisakan duka mendalam.

 

Sosok Komang Alam yang tewas di arena tajen Songan Kintamani ini ternyata dikenal sebagai pribadi hangat dan penuh kepedulian, baik di kampung halamannya di Desa Songan, maupun di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng.

 

“Komang Toris itu orangnya tulus, penuh cinta kepada keluarga dan lingkungan. Dia bukan tipe yang setengah-setengah kalau sudah menyayangi,” ungkap Nyoman Wihendi, Kepala Dusun Kelodan Desa Madenan, yang juga sahabat lamanya.

Wihendi mengenang satu momen penuh firasat, sekitar tiga pekan sebelum insiden maut itu terjadi.

 

Saat berboncengan, Komang Alam sempat berkata, “Hari ini mungkin jadi hari terakhir saya boncengan.” Ucapan yang kala itu terdengar biasa, kini terasa seperti isyarat kepergian.

Komang Alam, Pria Baik yang Dikenal di Dua Desa

Meski secara administrasi tercatat sebagai warga Desa Songan, Komang sebenarnya memiliki ikatan kuat dengan Desa Madenan di Buleleng.

Ibunya berasal dari sana dan masa kecilnya pun dihabiskan di desa itu sebelum ia pindah ke Songan pada usia 29 tahun usai diangkat anak oleh pamannya.

 

 

“Bagi kami di Madenan, dia tetap keluarga. Dia bukan hanya teman, tapi seperti adik kandung,” ujar Wihendi dengan mata berkaca-kaca.

 

Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Komang dikenal memiliki karakter kuat, tidak suka cari masalah, namun selalu siap melindungi teman atau keluarganya.

Dalam berbagai kegiatan sosial maupun upacara adat, ia aktif berkontribusi dan dikenal sangat menghormati orang tua serta menyayangi adik-adiknya.

Mimpi Menikah yang Pupus di Arena Tajen

Komang Alam tengah mempersiapkan pernikahannya. Bahkan, sesi prewedding sudah dijalani dan berbagai persiapan hampir rampung.

 

Rencana mereka sempat tertunda karena ada upacara kematian di keluarga calon istrinya. Namun, harapan untuk mengikat janji suci bulan ini masih mereka simpan.

Sebagai bagian dari tradisi dan usaha penggalangan dana, Komang sempat menggelar tajen atau sabung ayam. Namun menurut Wihendi, Komang bukanlah petarung ayam sejati.

 

“Dia lebih sering jaga ketertiban di arena tajen. Dia bukan jenis yang suka cari musuh,” tegasnya.

 

 

Sayangnya, arena tajen yang seharusnya jadi tempat hiburan tradisional itu justru berubah menjadi lokasi tragedi.

Komang Alam tewas kena senjata tajam Mangku Luwes, mantan narapidana kasus pembunuhan yang baru dua bulan bebas dari LP Nusa Kambangan.

 

Komang meninggal dunia di tempat akibat luka tusuk yang parah.(*)

 

Editor : Suharnanto
#tewas di arena tajen #kintamani #Songan Kintamani #arena tajen #Komang Alam #Mangku Luwes #Komang Toris #buleleng