JEMBRANAEXPRESS.COM – Kecelakaan maut antara truk lawan truk terjadi di jalur rawan Pantura Pasuruan yang mengikabarkan seorang meninggal.
Korban meninggal merupakan salah satu sopir truk asal Sumbersari, Kabupaten Jember, bernama Nuriadi ,36.
Nurhadi meninggal setelah truk yang dikemudikannya menabrak truk tronton dari arah berlawanan di Jalan Raya Pantura, Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu pagi (21/6/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Saat itu, korban bersama seorang kernet sedang mengangkut muatan semen dari Jember menuju Surabaya menggunakan truk Hino dengan nomor polisi P 8218 UG.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, truk Hino yang melaju dari arah timur tiba-tiba oleng ke kanan dan melewati marka jalan.
Naas, truk tersebut langsung menghantam truk tronton dengan nopol S 9336 UK yang datang dari arah berlawanan, barat ke timur.
“Suara tabrakannya keras sekali, bagian depan truk hancur. Sopir langsung meninggal di tempat,” ungkap Hasyim ,41, warga sekitar yang menyaksikan kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Zulkifli, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga kuat terjadi karena sopir truk Hino mengantuk saat berkendara.
"Truk masuk jalur berlawanan karena diduga sopir kelelahan dan mengantuk. Tabrakan pun tak terhindarkan," jelas Ipda Zulkifli.
Akibat insiden itu, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki, termasuk patah tulang paha kanan.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Grati untuk penanganan lebih lanjut. Sementara kernetnya selamat tanpa luka berarti.
Kerusakan parah terlihat pada bagian kabin depan kanan truk Hino, dengan kaca depan pecah dan bodi ringsek.
Kerugian materi ditaksir mencapai Rp9 juta. Sementara truk tronton hanya mengalami kerusakan ringan dan pengemudinya, Wahyudi ,43, warga Gresik, dilaporkan selamat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan lalu lintas maut ini.(*)
Editor : Suharnanto